Melihat Semangat Komunitas dan Warga Menjaga Pelestarian Heritage di Kayutangan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Melihat Semangat Komunitas dan Warga Menjaga Pelestarian Heritage di Kayutangan
Komunitas dan warga kawasan koridor Kayutangan bahu membahu melakukan pengecatan ulang bangunan heritage yang menjadi sasaran vandalisme (Foto: Lutfia untuk Satukanal.com)
BERITA Kanal Feature Kanal Highlight

Melihat Semangat Komunitas dan Warga Menjaga Pelestarian Heritage di Kayutangan

Satukanal.com, Malang –  Jarum pendek jam menunjuk angka sembilan, Minggu (10/10/2021) pagi itu, ketika koridor Kayutangan, kawasan Kauman, Kota Malang mulai terlihat ramai.

Tri Irwan Widhianto, koordinator komunitas Satus Repes bersama volunteer lain bergegas menuju ke sasaran pengecatan mulai dari beberapa pertokoan tak jauh dari Taman Chairil Anwar.  Aksi vandalisme pada bangunan heritage di lokasi ini memang parah. Banyak coretan berupa tulisan maupun mural.

Tak kalah bersemangat, komunitas yang menampilkan performing art juga bersiap melakukan performing art: Flashmob di depan BRI Kayutangan dan juga penampilan jaranan dari Sanggar Satrio Turonggo Jati.

Melalui kesenian, menyerukan pelestarian cagar budaya. (foto: Lutfia untuk satukanal.com)

Untuk jaranan sendiri dilaksanakan pada titik ujung koridor Kayutangan tepat di sebelah Jembatan Penyeberangan Orang. Performing art menarik perhatian masyarakat yang melintasi area sekitar. Terlihat beberapa motor bahkan tukang becak berhenti di samping jalan untuk menyaksikan penampilan jaranan ini.

“Sebenarnya saya anggota dari cagar budaya, Satrio Turonggo Jati juga merupakan Pokdarwis, dan untuk hari ini kami hanya menampilkan jaranan saja. Kebetulan kami diajak oleh teman-teman untuk turut meramaikan acara ini,” kata Nanang, ketua Sanggar Satrio Turonggo Jati yang mempersiapkan pementasan sehari sebelum kegiatan.

Baca Juga :  Pindah Tugas ke Provinsi, Kursi Sekda  Jombang Sementara Kosong

Awalnya ada lima belas komunitas yang turut andil dalam performing art. Namun, dibatasi dua komunitas yang tampil untuk mengantisipasi kerumunan. Anggota Komunitas Seni Seikil (Seni Kaki Lima) yang dijadalkan melukis, ditunda pekan depan. Namun, mereka bersemangat mengikuti prosesi pengecatan.

“Tidak ada agenda mural, karena tujuan acara ini kan untuk membersihkan bangunan dari aksi vandalisme. Kami melukis dengan kanvas kemungkinan untuk minggu depan,” ungkap Desi, salah satu anggota Komunitas Seikil.

Sementara, pengecatan berlangsung di sejumlah bangunan bersejarah yang menjadi korban vandalisme. Relawan melakukan pengecatan ulang. Sehingga, coretan di tembok dikembalikan ke warna semula dengan cat putih.

Baca Juga :  Pemkot Batu Salurkan BST Tahap 2, Penerima Wajib Tunjukkan Bukti Vaksin
Berbagai komunitas yang mendukung pelestarian bangunan heritage di kawasan koridor Kayutangan (foto: Lutfia untuk satukanal.com)

Aini, salah satu relawan tertarik mengikuti kegiatan pelestarian bangunan bersejarah. Dengan menggunakan kuas dan cat tembok berwarna putih, Aini melakukan pengecatan meskipun dinding bangunan tidak sepenuhnya dapat tercover.

“Iya memang tertarik sama kegiatan yang berhubungan dengan cagar budaya, tahu info ini juga dari grup volunteer tahun 2019 kemarin,” tutur Aini.

Mengingat terbatasnya waktu yang diberikan, komunitas Satus Repes sepakat melanjutkan kegiatan ini pada tanggal 24 Oktober 2021 dengan jadwal dan acara yang disusun lebih menarik lagi. Mengingat kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang mereka inisiasikan. Jika ternyata nantinya mereka mendapatkan respon positif, perihal kelanjutan dari kegiatan ini akan sepenuhnya diserahkan kepada peserta. Besar harapan mereka untuk dapat melanjutkan proyek ini tidak hanya di Kayutangan saja namun kampung-kampung heritage lainnya.

 

 

Pewarta : Lutfia
Editor : Danu 

Kanal Terkait