Kenali Efek Samping Vaksin yang Beredar di Indonesia, Termasuk Modena - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Mau Vaksin Covid-19? Kenali Efek Samping dan Cara Mengatasinya
Vaksinasi Jombang (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Artikel

Kenali Efek Samping Vaksin yang Beredar di Indonesia, Termasuk Modena

Satukanal.com, Nasional – Situasi pandemi Covid-19 di Indonesia yang masih belum terkendali. Pemerintah kini terus berupaya menekan angka penyebaran Covid-19, salah satunya dengan menyelenggarakan program vaksinasi Covid-19 kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Program vaksinasi Covid-19 yang masih terus berlangsung. Jenis vaksin yang digunakan di Indonesia antara lain, Sinovac asal China, AstraZeneca asal Inggris, Sinopharm asal China, Moderna asal Amerika Serikat, Pfizer asal Amerika Serikat, Novavax asal Amerika Serikat.

Sementara itu, beberapa perbedaan jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia tengah jadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Terkait dengan perbedaan, efektivitas bahkan efek samping dari jenis vaksin yang telah digunakan, seperti vaksin Sinovac, AstraZeneca dan Moderna. Lantas apa perbedaan dari jenis vaksin tersebut? Simak ulasan dari Satukanal.com berikut ini.

1. Vaksin Sinovac

Vaksin Covid-19 buatan China National Pharmaceutical Group ini merupakan salah satu vaksin yang sering digunakan di Indonesia. Melansir dari laman Kompas.com, vaksin ini diklaim memiliki nilai antibodi yang bagus dan dipercaya mampu melawan infeksi virus corona.

Sementara, kadar antibodi 28 hari setelah penyuntikan dosis kedua vaksin sinovac yakni 39,6 hingga 49,1. Namun, setelah enam bulan usai pemerian dosis kedua, nilai antibodi akan menurun hingga di bawah batas antibodi positif yakni, 4,1 hingga 6,7.

Selain itu, vaksin Sinovac ini menggunakan inactivated virus atau virus utuh yang telah dimatikan. Metode tersebut dilakukan karena, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), metode ini sudah terbukti ampuh dalam pengembangan vaksin lain.

Efikasi Vaksin Sinovac

Berdasarkan data dari WHO, efikasi dari vaksin Sinovac mencegah penyakit simtomatik, Pada 51 persen dari mereka yang divaksinasi dan mencegah gejala Covid-19 yang parah untuk usia 18 tahun ke atas.

Namun, kemanjuran Sinovac belum sepenuhnya teruji untuk di atas usia 60 tahun. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan hasil dari Chili, Sinovac memiliki tingkat keampuhan atau efikasi 65,9 persen terhadap Covid-19. Selain itu Sinovac efektif 87,5 persen mencegah rawat inap dan 86,3 persen efektif mencegah kematian.

Sementara, hasil uji klinis tahap 3 di Bandung menyebut, vaksin Sinovac yang telah diberikan kepada 1.600 orang di Bandung dan menunjukan efektivitas sebesar 65,3 persen mencegah virus Covid-19.

Usia penerima Vaksin Sinovac
  1. Anak dan Remaja (data dari Kementerian Kesehatan RI dan izin BPOM)
  2. Usia 18-59 tahun
  3. 60 tahun ke atas
Efek samping Vaksin Sinovac

Dilansir dari laman Alodokter.com berikut adalah beberapa efek samping yang ditimbulkan setelah penyuntikan

  1. Nyeri, kemerahan, atau bengkak di tempat bekas suntikan
  2. Demam
  3. Badan terasa lelah
  4. Nyeri otot
  5. Sakit kepala
  6. Mual dan Muntah

Jika efek samping tersebut tidak juga reda atau semakin parah lakukan pemeriksaan ke dokter.

Cara menangani efek samping Vaksin Sinovac

Petugas kesehatan setempat yang melakukan vaksinasi sudah dibekali petunjuk penanganan bila terdapat Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada penerima vaksin.

Baca Juga :  5 Bahan Alami Ampuh untuk Basmi Lalat di Rumah

Untuk reaksi ringan lokal

  1. Petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin melakukan kompres dingin pada lokasi tersebut
  2. Meminum parasetamol sesuai dosis.

Untuk reaksi ringan sistemik

  1. Penerima vaksin dianjurkan minum air putih lebih banyak
  2. Menggunakan pakaian yang nyaman
  3. Kompres
  4. Mandi air hangat
  5. Meminum obat parasetamol sesuai dosis.

Jika KIPI masih berlanjut, masyarakat dapat melaporkan kepada puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan terdekat.

2. Vaksin AstraZeneca

Vaksin Oxford/AstraZeneca asal Inggris ini adalah vaksin vektor adenovirus simpanse. Maksudnya, tim pengembang vaksin mengambil virus yang biasanya menginfeksi simpanse, kemudian dimodifikasi secara genetik untuk menghindari kemungkinan konsekuensi penyakit pada manusia.

Virus yang dimodifikasi ini membawa sebagian dari Covid-19 yang disebut protein spike, bagian menonjol seperti paku yang ada di permukaan virus corona SARS-CoV-2. Saat vaksin dikirim ke sel manusia, ini memicu respons kekebalan terhadap protein spike, menghasilkan antibodi dan sel memori yang akan mampu mengenali virus penyebab Covid-19.

Efikasi Vaksin AstraZeneca

Dilansir dari siaran pers AstraZeneca Indonesia, satu dosis vaksin AstraZeneca disebut memiliki efikasi 76 persen terhadap Covid-19 dengan gejala dalam 90 hari pertama setelah vaksinasi, tanpa penurunan perlindungan yang signifikan selama periode ini.

Efektivitas vaksin setelah pemberian dosis kedua lebih tinggi apabila diberikan dengan interval yang lebih lama, mencapai 81,3 persen jika interval pemberian dosis pertama dan kedua mencapai 12 minggu atau lebih. Data tersebut dikonfirmasi oleh analisis utama uji klinis fase ketiga dari Inggris, Brasil dan Afrika Selatan, yang dipublikasikan pada pracetak jurnal The Lancet.

Vaksin Oxford-AstraZeneca juga menawarkan perlindungan terbatas terhadap penyakit ringan dan sedang yang disebabkan oleh varian Covid-19 dari Afrika Selatan. Hal tersebut didasarkan pada sebuah studi sekitar 2.000 orang yang sebelumnya diberikan vaksin tersebut.

Usia penerima Vaksin AstraZeneca
  1. Masyarakat usia 18 tahun ke atas (data dari Kementerian Kesehatan RI dan izin BPOM)
Efek samping Vaksin AstraZeneca

Vaksin Covid-19 AstraZeneca juga memiliki potensi efek samping. Dilansir dari Kompas.com, kebanyakan efek samping adalah ringan sampai sedang yang sembuh dalam beberapa hari. Efek samping yang timbul antara lain:

  1. Nyeri tekan
  2. Nyeri
  3. Rasa hangat
  4. Gatal atau memar di tempat suntikan
  5. Merasa tidak sehat
  6. Kelelahan
  7. Menggigil atau demam
  8. Sakit kepala
  9. Mual
  10. Nyeri sendi atau nyeri otot

Efek lain yang timbul setelah penyuntikan vaksin ini salah satunya :

  1. Bengkak Kemerahan atau benjolan di tempat suntikan
  2. Demam Merasa sakit atau diare
  3. Gejala mirip flu, seperti demam tinggi, radang tenggorokan, pilek, batuk, dan menggigil
  4. Pusing
  5. Nafsu makan menurun
  6. Sakit perut
  7. Pembengkakan kelenjar getah bening
  8. Keringat berlebih
  9. Kulit gatal atau ruam.
Cara menangani efek samping Vaksin AstraZeneca

Munculnya efek samping setelah mendapatkan vaksin AstraZeneca sebenarnya bukan hal yang perlu dikhawatirkan berlebih. Meski demikian, ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi atau mengatasi efek samping dari Vaksin AstraZeneca menurut Alodokter.com, yakni:

  1. Istirahat yang cukup selama 7 sampai 9 jam, baik sebelum dan sesudah vaksinasi
  2. Konsumsi makanan yang bergizi dan minum air putih yang cukup
  3. Berikan kompres hangat atau dingin pada area yang di suntik
  4. Gunakan obat pereda nyeri, seperti paracetamol, jika mengalami demam dan nyeri berat. Namun, agar lebih aman, sebaiknya konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter.
Baca Juga :  Ingin Pakai Pelat Nomor Cantik? Ketahui Cara dan Biaya yang Dibutuhkan

3. Vaksin Moderna

Melansir dalam pers rilis BPOM awal Juli lalu mengatakan, vaksin Moderna merupakan vaksin Covid-19 pertama yang mendapatkan emergency authorization use dari BPOM, dengan menggunakan platform mRNA.

Jika vaksin Covid-19 lain menggunakan komponen virus atau kuman yang dilemahkan atau dimatikan, vaksin mRNA mengandung materi genetik yang direkayasa, sehingga menyuplai kuman atau virus tertentu.

Kepala BPOM Penny Lukito menjelaskan, vaksin dengan teknologi mRNA maupun non-mRNA sama-sama mampu membentuk kekebalan tubuh terhadap virus atau kuman tertentu. Vaksin ini masuk ke Indonesia melalui skema Covid-19 Vaccine Global Access atau COVAX, dan bekerja sama dengan Amerika Serikat.

Efikasi Vaksin Moderna

Menurut guru besar bidang sosiologi bencana Universitas Teknologi Nanyang Singapura, Prof Sulfikar Amir, menjelaskan, vaksin Moderna asal Amerika Serikat ini memiliki efikasi 94,1 persen pada kelompok usia 18-65 tahun. Sementara untuk usia di atas 65 tahun, efikasinya sebesar 86,4 persen untuk menangkal virus Corona dan jauh di atas Sinovac, yang berkisar di angka 60-an persen.

Usia penerima Vaksin Moderna
  1. Masyarakat uasi 18 sampai 65 tahun (Menurut Kepala BPOM Penny K Lukito)
Efek samping Vaksin Moderna

Berdasarkan data uji klinik ketiga, Moderna berisiko menyebabkan efek samping berupa:

  1. Kelelahan sebanyak 70 persen
  2. Sakit kepala sebanyak 64,7 persen
  3. Nyeri otot sebanyak 61,5 persen
  4. Nyeri sendi sebanyak 46,4 persen
  5. Kedinginan sebanyak 5,4 persen
  6. Mual dan muntah sebanyak 23 persen
  7. Demam sebanyak 15 persen

Namun, efek samping lebih sering dilaporkan setelah pemberian dosis kedua dan berlangsung selama dua sampai tiga hari. Ada pula sejumlah keluhan di lokasi suntikan seperti nyeri, bengkak, pembengkakan kelenjar getah bening ketiak dan kemerahan.

Cara menangani efek samping Vaksin Moderna

Cara mengatasi efek samping vaksin Covid-19 antara lain:

  1. Mengompres air dingin area tubuh yang mengalami nyeri atau bengkak karena suntikan
  2. Saat mengalami demam, Kompres tubuh atau mandi air hangat
  3. Perbanyak minum air putih
  4. Istirahat yang cukup.
  5. Jika diperlukan, minum obat sesuai keperluan
  6. Jika terjadi reaksi KIPI yang berat, laporkan kepada petugas yang bersangkutan. Pelaporan bisa dilakukan melalui nomor telepon yang tertera padakartu vaksinasi.

 

Pewarta : Viska
Editor: Ubaidhillah

Kanal Terkait