Masyarakat Dilarang Beri Imbalan ke Petugas KUA, Kemenag Kota Malang : Birokrasi Harus Bersih - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Masyarakat Dilarang Beri Imbalan ke Petugas KUA, Kemenag Kota Malang : Birokrasi Harus Bersih
BERITA

Masyarakat Dilarang Beri Imbalan ke Petugas KUA, Kemenag Kota Malang : Birokrasi Harus Bersih

Satukanal.com, Malang – Mengurus pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA), masyarakat dilarang memberikan imbalan dalam bentuk apapun kepada petugas KUA. Tindakan tersebut dilarang dan sudah ada aturan beserta sanksinya.

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh sejumlah pegawai dari Kementerian Agama Kota Malang, yang turun langsung ke jalan melakukan sosialisasi Program Pagar Nikah (pencegahan gratifikasi pernikahan) kepada masyarakat.

Moh Rosyad selaku Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kota Malang menegaskan, kepada semua petugas KUA dilarang menerima imbalan dalam bentuk apapun.

Kegiatan sosialisasi tersebut menyasar pada pengendara di kawasan Jalan Merdeka dan masyarakat yang berada di Alun-Alun Kota Malang.

Rosyad mengatakan, masyarakat dalam melakukan pengurusan pernikahan seharusnya mendapatkan pelayanan prima serta tidak dipungut biaya apapun alias gratis.

“Masyarakat agar paham dan tegas untuk tidak memberikan imbalan dalam bentuk apapun kepada petugas KUA. Birokrasi harus bersih, efektif, mudah, cepat dan tidak berbelit-belit. Biar pemerintahan ini bersih dari gratifikasi. Sedikit-sedikit kami berjuang untuk mengubah pola pikir itu” jelasnya.

Baca Juga :  Sekolah Tatap Muka Terbatas Dimulai, Prokes Jadi Nomor Satu

Dalam mengurus pernikahan, semua ketentuan telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2014, bahwa bagi mempelai yang menikah (akad) di KUA, tidak dikenakan biaya sepeserpun alias gratis.

Sedangkan, jika mempelai ingin melangsungkan akad pernikahan di luar jam kerja KUA, ada biaya tambahan yang harus dibayar yakni Rp 600 ribu.

“Bayarnya bukan ke petugas KUA ya. Tapi langsung ke bank. Tidak diperbolehkan ada transaksi uang dengan petugas KUA. Ini (biaya Rp 600 ribu) berlaku seluruh Indonesia, tidak hanya Kota Malang,” ungkapnya.

Meskipun masyarakat atau mempelai tidak memberikan imbalan kepada petugas KUA, mereka akan tetap mendapatkan pelayanan sesuai SOP.

Baca Juga :  April 2021, Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali

Sementara itu, masyarakat yang ikut turut menyukseskan program Pagar Nikah ini akan mendapatkan apresiasi dari Kemenag setempat.

Selain menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Para petugas yang berada di bawah Kemenag juga diberikan pemahaman agar tidak mau menerima segala pemberian dari masyarakat.

Apabila ada petugas KUA yang berani melanggar aturan ini akan dikenakan sanksi. Jika terbukti menerima imbalan dalam bentuk apapun, oknum petugas tersebut akan diganjar sanksi hingga turun pangkat.

“Bisa diturunkan kepangkatan, kita tunda, kita stafkan, tergantung hasil investigasi. Ketika ada laporan, kita buktikan betul baru kita rapatkan,” ujarnya.

Adanya kegiatan seperti ini, Kemenag Kota Malang berharap melalui sosialisasi di tempat umum, masyarakat dapat memahami bahwa mengurus pernikahan tidak ribet dan tidak boleh ada gratifikasi alias gratis.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait