Masuk Bursa Cawali Malang 2018, Ini Tanggapan Nanda Gudban | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Masuk Bursa Cawali Malang 2018, Ini Tanggapan Nanda Gudban

Menuju Malang Satu (1)

Satuchannel.com, Kota Malang – Sosok satu ini masuk bursa kandidat calon walikota Malang tahun 2018 dari kajian tim redaksi satuchannel bersama para akademisi. Dialah Ya’qud Nanda Gudban, perempuan yang telah dua periode duduk di parlemen Kota Malang. Berasal dari Partai Hanura, perempuan cantik dan murah senyum ini mencuri perhatian publik Kota Malang selama menjadi anggota DPRD Kota Malang.

Namanya akhir – akhir ini santer digaungkan masuk bursa kandidat calon walikota 2018 Malang. Menanggapinya perempuan 42 tahun ini terkesan dingin dan menyatakan berterima kasih bila ada pihak yang menilainya layak sebagai calon walikota Malang.

“Saya pribadi berterima kasih bila ada yang menyatakan layak maju, namun secara pribadi tak ada target muluk – muluk.” Jelas Nanda saat ditemui di kediaman pribadinya.

Baca Juga :  Wali Kota Malang Positif Covid-19, Simak Penjelasannya
Nanda Gudban saat ditemui di kediamannya (Swandy)

Ia menyatakan masih berfokus pada tugas – tugasnya sebagai anggota DPRD Kota Malang dan mengurus Partai Hanura.

“Sebagai anggota dewan ya bagaimana kami bisa membantu kerja eksekutif, meningkatkan PAD, memaksimal pendapatan daerah supaya tidak bergantung pada pemerintah pusat. Sebagai ketua DPC kami ingin membesarkan partai, bagaimana suara partai bisa lebih meningkat di Pemilu.” Ujarnya saat ditanyai target pribadi beliau.

Dirinya juga memberikan penilaian bahwa Kota Malang saat ini sudah berkembang ke arah yang baik. Secara ekonomi dapat dikatakan sudah bagus, lebih ramah dengan anak dan lingkungan mengingat pembangunan sejumlah taman di Kota Malang. Namun beberapa hal masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan pemerintah.

“Tingkat IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang masih kurang, jurang antara si kaya dan miskin yang makin terasa, kemacetan yang semakin bertambah, transportasi publik yang belum memadai, dan infrastruktur jalan yang masih belum memadai di antara beragam PR-nya.” Kata perempuan yang juga Ketua DPC Hanura Kota Malang ini.

Baca Juga :  Akademisi Fakultas Peternakan UB, Ciptakan Pembuatan Bakso Kenyal dan Sehat

Pada pengurangan jurang kaya dan miskin misalnya, Nanda menekankan pentingnya kerjasama semua elemen. Menurutnya, saat ini pemerintah kurang sistematis dalam menanganinya. Persoalan dari hulu ke hilir harus dibereskan, tidak boleh setengah – setengah.

“Misalnya kalau terkait ekonomi, ya jangan hanya pelatihan – pelatihan usaha saja. Tapi juga dipikirkan bagaimana modalnya dan bagaimana memasarkan produknya. Jadi supaya juga bisa bertahan hidup.” tambahnya.

Ia juga berharap perempuan Kota Malang mampu mandiri, menjadi panutan bagi semuanya, terutama di dalam rumah tangga. (Redaksi)

Kanal Terkait