SATUKANAL.COM
Masih Soal Limbah Plastik: Tingkat Polusi Merkuri Sungai Citarum 100 Kali Ambang Legal
Sumber: theaseanpost.com
BERITA HIGHLIGHT RISET

Masih Soal Limbah Plastik: Tingkat Polusi Merkuri Sungai Citarum 100 Kali Ambang Legal

SATUKANAL – Bukan pemandangan aneh di Indonesia, benda berbahaya yang tidak dapat didaur ulang seperti botol plastik dan sandal karet ditemukan mengambang di sungai-sungai. Limbah industri beracun dan sampah rumah tangga juga dibuang dalam jumlah besar ke sungai dan akhirnya hanyut hingga ke laut.

Menurut data dari website Basel Convention (Konvensi Basel), Sungai Citarum termasuk salah satu sungai tercemar di wilayah ASEAN. Padahal, sungai yang mengalir melalui Provinsi Jawa Barat ini merupakan sumber daya penting yang membantu dalam pertanian, pasokan air, industri, perikanan, dan produksi listrik.

Sayangnya, kondisi Sungai Citarum sekarang dipenuhi dengan banyak limbah domestik dan industri. Bahkan, tingkat merkuri di Sungai Citarum mencapai 100 kali lebih banyak daripada jumlah legal.

Selain itu, tingkat polusi di sungai-sungai Metro Manila juga begitu tinggi hingga dapat dianggap sebagai saluran pembuangan terbuka. Penyebab utamanya adalah limbah rumah tangga yang tidak diolah yang mengalir langsung ke air.

Menurut data statistik resmi, hanya 20 hingga 30 persen limbah rumah tangga kota terhubung ke sistem saluran air limbah. 70 persen sisanya memiliki septic tank, yang dalam banyak kasus bocor ke akuifer bawah tanah.

Baca Juga :  Satukanal Riset dan Pengembangan Buka Lowongan Pekerjaan di Posisi Researcher

Di antara sungai-sungai lain di wilayah ASEAN yang menghadapi polusi, adalah Sungai Irrawaddy di Myanmar, Chao Phraya di Thailand dan sungai Kinabatangan di Malaysia. Penyebab dan efek di balik polusi, mirip dengan polusi yang terjadi di sungai-sungai tercemar lainnya.

Polusi di sungai dan laut bukanlah hal baru di Asia Tenggara dan telah meningkat karena pertumbuhan populasi, urbanisasi, dan perubahan iklim. Perkembangan ekonomi yang cepat dan urbanisasi telah mengakibatkan degradasi dan menipisnya sumber daya alam, termasuk air dan jasa ekosistem terkait.

Banyak sungai di wilayah tersebut sangat tercemar limbah domestik, industri, dan pertanian, menyebabkan Indeks Kualitas Air (WQI) mencapai tingkat yang tidak aman.

Konvensi Basel

Isu limbah plastik menjadi salah satu fokus dalam Konvensi Basel pada tahun 2019. Ke-10 negara anggota ASEAN merupakan penandatangan Konvensi Basel, sebuah perjanjian yang mengontrol pergerakan limbah berbahaya dari satu negara ke negara lain.

Masalah pencemaran limbah plastik telah mencapai proporsi yang sangat besar dengan perkiraan 100 juta ton plastik sekarang ditemukan di lautan. Sebanyak 80-90 persen di antaranya, berasal dari sumber-sumber berbasis darat, seperti yang tercantum di situs website Konvensi Basel.

Baca Juga :  Satukanal Riset dan Pengembangan Buka Lowongan Pekerjaan di Posisi Researcher

Masalah ini sangat akut di ASEAN, tersebih di Malaysia, Vietnam dan Thailand. Hal tersebut karena impor plastik limbah dari negara-negara kaya yang meningkat tajam setelah China memberlakukan kebijakan soal impor sampah pada awal 2018.

Data dari United States (US) Cencus Bureau atau Biro Sensus Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa hampir setengah dari sampah plastik yang diekspor dari AS untuk didaur ulang dalam enam bulan pertama tahun 2018 dikirim ke Thailand, Malaysia dan Vietnam.

Sampah plastik yang terkontaminasi dan tercampur, sulit atau bahkan tidak mungkin untuk didaur ulang. Akibatnya, sejumlah besar sampah tersebut berakhir di sungai dan lautan, atau dibakar.

Amandemen yang diusulkan dalam Konvensi Basel memberikan negara-negara di ASEAN hak untuk menolak limbah plastik yang tidak diinginkan atau tidak terkelola.

Kebijakan semacam ini dinilai menjadi langkah untuk mengatur perdagangan global limbah plastik yang lebih baik. Juga membuat trasaksi imbah lebih transparan dan memastikan bahwa pengelolaannya lebih aman bagi manusia dan lingkungan.

Pewarta: (Mg) Amalia Nurin Nisa’

Redaktur: N Ratri
Sumber: theaseanpost.com

Kanal Terkait