Masih Banyak Aduan, Ini jawaban Kadisdik Soal PPDB 2021 - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Masih Banyak Aduan, Ini jawaban Kadisdik Soal PPDB 2021
ilustrasi pelajar SMP (Foto: Kemendikbud/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Masih Banyak Aduan, Ini jawaban Kadisdik Soal PPDB 2021

Satukanal.com, Malang – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) telah ditutup beberapa waktu lalu. Namun, Aduan dan keluhan masih terus membanjiri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang.

Mulai dari permasalahan nilai rapor siswa hingga permasalah sistem zonasi yang masih bikin gusar wali murid. Menanggapi hal itu Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana menyebut pihaknya telah menyiapakan skema penerimaan sedemikian pula. Namun, dia tidak menampik apabila masih ada kendala secara teknis.

Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu menambahkan, sudah ada petunjuk teknis (juknis) dalam pelaksanaan PPDB. Melalui juknis itulah yang menjadi acuan utama Disdikbud Kota Malang dalam proses pelaksanaan seleksi.

Baca Juga :  Mengenang Yunanto, Sosok yang Tak Lelah Membimbing Wartawan Muda di Malang Raya

Selama memverifikasi pendaftar, Suwarjana mengaku menemukan banyak pendaftar yang tidak melengkapi persyaratan administrasi. Jika ada pendaftar yang jarak domisilinya dengan sekolah pilihan dekat tapi tidak lolos PPDB, dia menduga pendaftar tersebut tidak lengkap.

“Kami sudah audiensi dengan orang tua siswa. Beberapa di antaranya, mohon maaf, berkas seperti KIP (Kartu Indonesia Pintar) tidak ada,” ujarnya.

Di sisi lain, dia tetap akan melakukan evaluasi demi kebaikan PPDB 2022 mendatang. Sementara terkait banyaknya pendaftar yang tidak tertampung di sekolah negeri, Suwarjana mengungkapkan permohonan maafnya.

Baca Juga :  Nekat Buka Saat PPKM, Tiga Pemilik Kafe di Jombang Terancam Denda 100 Juta

Dia berharap keberadaan tiga sekolah baru yakni SMPN 28, SMPN 29, dan SMPN 30 bisa untuk siswa yang kurang mampu. Bahkan, seluruh sekolah negeri maupun swasta bakal diimbau melakukan pemerataan siswa yang tidak mampu.

Pria asal Kota Bantul itu juga mengupayakan menampung siswa tidak mampu di daerah pinggiran. Menurutnya, masih ada beberapa sekolah pinggiran di Kota Malang yang kekurangan pagu. Untuk itu, Suwarjana akan mencoba pemerataan tersebut.

”Insya Allah akan kami lakukan supaya tidak ada lagi kasus seperti ini,” pungkas Suwarjana.

 

 

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait