SATUKANAL.COM
Masa Pandemi, Rangkaian Hari Jadi Kota Kediri Dilaksanakan Secara Daring
Foto : Kegiatan Manusuk Sima ke 1140 di taman Tirtoyoso Kota Kediri
BERITA COVID-19 HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Masa Pandemi, Rangkaian Hari Jadi Kota Kediri Dilaksanakan Secara Daring

SATUKANAL, KEDIRI – Hari jadi Kota Kediri yang ke 1141 dipastikan tidak seramai tahun-tahun sebelumnya karena untuk tahun ini banyak kegiatan yang hanya dilakukan secara daring.

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar menjelaskan, rangkaian hari jadi yang dimulai dengan acara sema’an Alquran hingga pagelaran ritual Manusuk Sima dilakukan secara virtual.

“Rangkaian acara juga mencakup pegelaran musik virtual dan pameran UMKM virtual. Dalam rangkaian yang sama, Pemkot Kediri juga akan melaunching program IKM Go Digital,” jelasnya, Jumat (24/7/2020).

Abu juga mengatakan, kegiatan tersebut akan ditayangkan di Youtube dan TV milik Pemerintah Kota Kediri.

“Maka perayaan hari jadi juga harus relevan dengan kondisi demografi seperti ini. Dengan digelar secara virtual, mereka masih bisa terlibat, minimal bisa nonton melalui channel YouTube Harmoni TV,” katanya.

Dengan gelaran secara virtual tersebut Abu berharap antusias warganya masih tetap banyak. “Kami berharap meskipun digelar secara sederhana, tidak mengurangi makna perayaan hari jadi tahun ini. Memang biasanya hari jadi banyak event yang digelar untuk hiburan masyarakat, tapi ditengah situasi pandemi covid-19 ini sangat tidak memungkinkan penyelenggaraan acara yang mengumpulkan orang banyak,” jelas Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Kamis (23/7).

Baca Juga :  Penghapusan Syarat Rapid Test Untuk Penumpang Bus dan Kapal Penyeberangan

Tak ketinggalan Manusuk Sima, ritual yang setiap tahun digelar di Situs Kuwak, Taman Tirtayasa, Kota Kediri ini tetap akan digelar pada Senin, 27 Juli 2020. Ritual sakral ini digelar dengan protokol kesehatan dengan melibatkan peserta tak lebih dari 40 orang dan digelar tanpa penonton, masyarakat bisa menyaksikan siaran langsung via YouTube.

“Manusuk Sima ini kan sudah tradisi tahunan, untuk menghormati leluhur para pendiri Kediri, kami tidak bisa menghapusnya dari rangkaian hari jadi. Bagaimanapun nilai-nilai yang terkandung dalam ritual Manusuk Sima ini menjadi pengingat atau tetenger bahwa ada masa ketika Kediri ditetapkan menjadi sebuah wilayah, yang berdiri dan tetap bertahan hingga sekarang, bahkan dari nama Kediri pun tetap kita pakai hingga saat ini,” tambah Nur Muhyar, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri.

Baca Juga :  Tak Terdampak Pandemi, Gubernur Jatim Apresiasi Sentra Tenun Ikat Bandar Kidul

Lebih lanjut Laki-laki yang juga merangkap jabatan sebagai PLT Disperdagin Kota Kediri itu rangkaian manusuk sima dapat berjalan lancar meskipun ditengah kondisi pandemi seperti sekarang ini.

“Sebagai ketua panitia hari jadi, saya berharap rangkaian acara ini berjalan dengan lancar dan tidak mengurangi makna perayaan hari jadi itu sendiri. Ya sesekali kita peringati hari jadi dengan sederhana, mengingat situasi pandemi yang tidak memungkinkan kita gelar secara besar-besaran,” tutup Nur Muhyar.

    Kanal Terkait