Marak Berita Hoax, Pemulasaraan dan Pemakaman Jenazah Covid di Kota Malang Terkendala - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pemakaman Jenazah Covid-19 Secara Mandiri Diberi Lampu Hijau!
ilustrasi pemulasaraan jenazah Covid-19 (Foto: Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Marak Berita Hoax, Pemulasaraan dan Pemakaman Jenazah Covid di Kota Malang Terkendala

Satukanal.com, Malang – Maraknya berita hoax terkait pemulasaraan jenazah di Kota Malang berimbas pada ketidakmauan warga merawat jenazah covid. Alhasil beberapa kecamatan di Malang mengalami kendala perawatan jenazah covid.

Walikota Malang Sutiaji menyampaikan, pemulasaran jenazah menjadi hal paling disorot, sebab di 5 kecamatan hal itu menjadi kendala hari-hari ini.

Kelima kecamatan tersebut yakni Kecamatan Lowokwaru, Blimbing, Sukun, Klojen serta Kedungkandang.

“Sesungguhnya kita punya kearifan lokal yang luar biasa ketika fungsi-fungsi Rt, Rw diajak untuk melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment). Insyaallah itu nanti akan bisa bagus pengendaliannya,” jelas Sutiaji.

Baca Juga :  September 2021, Siswa SMP dan SMA Kota Malang Ditargetkan Tuntas Divaksin

Namun dia mengatakan, hal tersebut sebenarnya sudah teratasi. Akan tetapi pihaknya sedang mengkaji terkait kartu identitas para petugas pemulasaraan di tiap Rt, Rw. Kedepannya dari Pemkot Malang bakal meengkapi mereka dengan rompi dan keplek sebagai tanda pengenal.

Begitu pula dengan progres usulan isolasi terpusat (Isoter) di tiap kecamatan. Diungkap Sutiaji, beberapa camat telah mengusulkan tempat.

“Ada beberapa yang masuk usulan Isoter seperti SMKN 2, SMKN 3, VEDC, dan rusunawa di Kedungkandang. Kita telaah lagi nanti bagaimana sarana prasarananya. Karena sebetulnya yang paling menjadi kendala adalah tenaga kesehatan (nakes),” terang Sutiaji.

Baca Juga :  Anggaran Tak Terduga Pemkot Malang Bakal Ditambah Rp 35 Miliyar

Namun pihaknya berkomitmen menggandeng perguruan tinggi agar mengirimkan mahasiswanya membantu penanganan covid-19.

“Selain itu, problem tidak gampang. Warga yang di sana berpotensi cemas dan seterusnya atau tidak. Maka ini menjadi bahan kita ketika di tingkat internal, bahwa tidak semua Isoman ditarik ke Isoter nantinya. Karena Isoter hanya digunakan masyarakat yang belum mampu melakukan Isoman,” pungkas Sutiaji

 

 

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Editor: Ubaidhillah 

    Kanal Terkait