Mantabkan Rencana Pembangunan di 2020, Barenlitbang Kota Malang Beri Pendampingan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Mantabkan Rencana Pembangunan di 2020, Barenlitbang Kota Malang Beri Pendampingan

Mantabkan rencana pembangunan di 2020, Badan Perencanaan, Pengembangan, dan Penelitian (Barenlitbang) Kota Malang beri pendampingan. Pendampingan tersebut dilakukan kepada masyarakat saat melakukan proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso menyampaikan, pendampingan tersebut dilakukan melalui fasilitator yang berasal dari akademisi dan tim dari Barenlitbang Kota Malang. Pendampingan dilakukan sejak masa Pra Musrenbang kelurahan.

“Tapi kemarin masih ada miss komunikasi, sehingga fasilitator kami baru bisa mendampingi saat Musrenbang. Kami harap kami diundang sejak masa Pra Musrenbang,” kata Erik saat membuka kegiatan Pra Musrenbang RKPD Kota Malang Tahun 2020 yang berlangsung di Hotel Savana, Rabu (20/3/2019).

Melalui pendampingan itu, dia berharap setiap usulan yang diajukan lebih berkualitas. Selain itu dapat disinergikan dengan setiap program prioritas yang akan digarap Pemerintah Kota Malang setiap tahunnya.

Baca Juga :  Pokdarwis Kampung Gribig Religi Lestarikan Tradisi Bubur Sapar

“Semua digodok bersama untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dan lebih berkualitas dalam perencanaan pembangunan Kota Malang,” terang Erik.

Sementara berkaitan dengan Pra Musrenbang RKPD Kota Malang Tahun 2020, yang dilakukan dengan mengundang sederet perwakilan dari kelurahan hingga kecamatan itu menjadi salah satu bagian penting untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan Kota Malang.

“Sebelum Musrenbang RKPD kita ketemu dalam agenda Pra Musrenbang untuk mendiskusikan permasalahan yang ada untuk merumuskan kebutuhan dan mensinergikan dengan pembangunan prioritas,” imbuhnya.

Erik menjelaskan, perencanaan pembangunan ini bagian dari upaya pembangunan yang perlu disinergikan dan perlu beberapa pendekatan. Karena usulan yang diajukan pada akhirnya harus selaras dengan rencana pembangunan pemerintah provinsi dan nasional.

Baca Juga :  Bioskop di Malang Sudah Boleh Buka

Rencana pembangunan itu menurut Erik harus berdasarkan pada beberapa pendekatan. Diantaranya adalah pendekatan teknokrat, yaitu pembangunan yang berdasarkan pada data dan tidak atas cerita fiksi. Sehingga perlu ada metode ilmiah dalam setiap perencanaan yang dibuat.

“Kemudian juga pendekatan partisipatif, yang tentunya menjaring partisipasi dari setiap kalangan. Bukan hanya pemerintah saja, tapi juga masyarakat dan swasta,” paparnya lagi.

Dia juga menegaskan jika rencana pembangunan selalu menyesuaikan dengan kemampuan daerah. Meskipun pada prinsipnya APBD Kota Malang setiap tahun terus mengalami peningkatan, namun pembangunan yang dibuat harus sesuai dengan prioritas.

“Perlu diketahui bahwa keputusan diakomodir atau tidak dari setiap usulan juga tergantung kemampuan keuangan daerah,” urai pria yang gemar berolahraga itu.

Kanal Terkait