Manisnya Jajan Tradisional Wajik Klethik, Diminati Hingga Luar Negeri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Manisnya Jajan Tradisional Wajik Klethik, di Minati Hingga Luar Negeri
Kanal Highlight Kanal Straight

Manisnya Jajan Tradisional Wajik Klethik, Diminati Hingga Luar Negeri

Satukanal.com, Kediri – Manis dan wanginya rasa jajanan tradisional Wajik Klethik, mengalami peningkatan produksi menjelang lebaran. Hal ini tentu menjadi berkah bagi pemilik usaha Wajik Klethik bernama Restu, asal Dusun Kewarasan Desa Kawedusan Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Usaha produksi Wajik Klethik yang dimulai secara tidak disengaja dan iseng, ternyata mendapatkan respon pembeli berkelanjutan via media sosial. Hampir sejak 2018, Restu menggeluti usaha ini, pesanan meningkat berkali-kali lipat menjelang lebaran.

“Menjelang lebaran ini Alhamdulillah total 350 sampai 400 kilogram. Kalau hari-hari biasa sebelum ramadhan sekitar 5, sampai 10 kilogram per harinya,” kata Restu kepada satukanal.com di rumah produksinya, 30 April 2021.

Masih dalam skala rumahan, Restu memanfaatkan rumah pribadinya untuk lokasi produksi. Dia pun mengaku produksi pembuatan dilakukan secara manual dan penjualannya pun dilakukan berdasarkan pemesanan pembeli.

Baca Juga :  Diburu Warga, Stok Suplemen dan Vitamin Langka di Kediri

Dengan penjualan melalui via Media Sosial (Medsos) Facebook, dirinya mengembangkan usaha Wajik Klethik hingga mancanegara. Sedangkan untuk di dalam negeri wilayah Jawa, hingga luar pulau seperti Bali, Jambi, Makasar, dan Sorong Papua.

“Pernah sampai ke luar negeri Hongkong dan Taiwan. Kalau pemesanan wilayah Kediri, ada seperti Blitar, Madiun, Ponorogo, Malang, Surabaya, dan Jakarta” jelasnya.

Disebutkan jajanan Wajik Klethik ini sering diperuntukan sebagai oleh-oleh dan suguhan hajatan besar. Dengan 3 varian rasa Nanas, Strawberry, dan Pandan. Wajik Klethik dijual dengan harga 50 ribu perkilogram, dengan ketahanan masakan satu bulan.

Baca Juga :  Miris! Sudah 537 Warga Kabupaten Kediri yang Nyawanya Direnggut Covid-19

Menjelang lebaran seperti ini, pembuatan Wajik Klethik telah menghabiskan bahan baku ketan hampir 20 kilogram perhari. Berkali-kali lipat dibanding hari biasa yang hanya habis sekitar 5 kilogram perhari.

Tak mau kualahan, Restu memperkerjakan para ibu rumah tangga sekitar untuk membantu produksinya. Dibantu  sebanyak 7 orang, produksi dimulai dari jam 07.00 pagi, hingga jam 16.00 sore.

Adanya peningkatan produksi menjelang lebaran, Wajik Klethik yang diberi nama brand ‘Ning Restu’ ini. Diperkirakan memiliki omset belasan juta rupiah. “Omset sebelum Ramadan sekitar 4, hingga 5 juta. Namun semasa Ramadhan ini perkiraan mencapai belasan juta,” pungkasnya.

 

 

 

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait