Malang Raya Akan Berlakukan PSBB Dengan Kearifan Lokal. Begini Penjelasannya | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
2 Dosen dan Mahasiswa Unmer Malang, Manfaatkan Limbah Sayur dan Buah Jadi Pewarna Organik
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Malang Raya Akan Berlakukan PSBB Dengan Kearifan Lokal. Begini Penjelasannya

SATUKANAL.com, MALANG– Pemerintah Daerah di wilayah malang raya menyepakati untuk melakukan PSBB yang sesuai dengan kearifan lokal. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti Instruksi Mendagri No. 1 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan dalam rangka Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (covid-19).

Hasil kesepakatan tersebut diambil dalam Rakor yang dikoordiir langsung oleh Walikota Malang, H. Sutiaji yang juga dihadirioleh Walikota Batu, Hj. Dewanti Rumpoko beserta jajarannya serta perwakilan dari Pemerintah kabupaten Malang.

“Tidak semua instruksi dari mendagri dapat kita laksanakan di wilayah Malang Raya; namun kami menyepakati untuk memodifikasi dan disesuaikan dengan keadaan di wilayah Malang Raya” tutur Sutiaji.

Sutiaji berharap agar masyarakat khususnya di wilayah Kota Malang untuk tetap tenang dan menerapkan protokol kesehatan untuk kebaikan semua. Ia juga menuturkan bahwa modifikasi PSBB akan dilakukan sesuai kebutuhan wilayah.

Baca Juga :  Juru Parkir di Kota Malang Bergaji Setara UMK

“Jika sesuai instruksi Mendagri jam aktifitas usaha berakhir pukul 19.00 wib, maka Malang Raya akan ambil opsi pukul 20.00 wib atau pukul 21.00 wib, nanti akan segera kita finalisasi secara teknis setelah rakor berikutnya” tambahnya.

Lebih lanjut, dari hasil rapat tersebut disepakati bahwa untuk perkantoran selama PSBB akan diberlakukan 25 persen WFO dan 75 persen WFH terhitung sejak tanggal 11 Januari sampai dengan 25 januari 2021.

Kemudian, terkait kegiatan restoran (makan/minum) untuk layanan makan ditempat akan diberlakukan 50 persen yang disesuaikan dengan kearifan lokal Pemkot Malang. Hal tersebut berbeda dengan instruksi Mendagri yang mengatur pembatasan kegiatan restoran (layanan makan ditempat) sebesar 25 persen.Sedangkan untuk layanan pesan antar atau dibawa pulang tetap diijinkan sesuai jam operasional.

Baca Juga :  2 Dosen dan Mahasiswa Unmer Malang, Manfaatkan Limbah Sayur dan Buah Jadi Pewarna Organik

Sementara itu terkait pembelajaran, akan tetap dilaksanakan secara daring, sektor esensial yang berkaitan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100 persen. Kemudian untuk pekerjaan konstruksi dapat beroperasional 100 persen dan untuk kegiatan peribadatan dengan kapasitas 50 persen.

“Ini adalah instruksi dari Mendagri sehingga mau tidak mau kita harus menjalankannya” kata Sutiaji.

Di akhir pernyataannya, Sutiaji mengatakan jika rapat koordinasi secara teknis terkait pelaksanaan PSBB akan segera dilakukan. Sehingga nantinya instruksi Mendagri tersebut dapat dijalankan dengan baik di Kota Malang.

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

 

 

Kanal Terkait