Malang Halal, Lolos Uji Sertifikasi Halal - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Malang Halal, Lolos Uji Sertifikasi Halal
istimewa
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Malang Halal, Lolos Uji Sertifikasi Halal

Satukanal.com, Malang – Malang Halal menjadi upaya dari Pemerintah Kota Malang untuk mengeksplor potensi kuliner lokal yang dimiliki Kota Malang. Data dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mencatat sudah belasan pelaku usaha yang sudah terverifikasi oleh pihaknya.

Guna mensukseskan upaya tersebut, dari keterangan Kadisporapar, Ayu Made Wahyuni beberapa waktu lalu pihaknya telah mengundang Lembaga Pengkajian Pangan Majelis Ulama Indonesia (LPP MUI). Undangan tersebut dalam rangka menguji sembilan tempat untuk pengajuan sertifikasi halal.

Tidak hanya dari pihak MUI saja, namun juga didampingi perwakilan dari lima perguruan tinggi. “Kemarin ada 11 atau 17 kalau tidak salah, sekarang sedang pendampingan oleh tim Malang Halal. Ada sembilan tempat lagi masih proses. Sementara UKM-nya sudah 77, ada juga RTH,” ujar Ida.

Baca Juga :  Soal Guru Pinjol, Disdik : Yang bersangkutan Mengundurkan Diri Bukan Dipecat

Dia mengungkapkan, Disporapar mentargetkan tiap tahunnya ada 50 sentra yang terverifikasi. Namun sayangnya, tidak jarang ketika sudah di audit oleh tim auditor LPP MUI terdapat suatu kendala yang ditemui saat lapangan.

Beberapa kendala tersebut, Terutama bagi restoran dan hotel yang satu paket, karena masih banyak bumbu-bumbu dan resep berasal dari luar negeri, tidak bisa dicari di Indonesia. “Kalau dicarikan padanan di dalam negeri itu tidak dapat, hingga molor lagi molor lagi,” imbuhnya pada Satukanal.com.

Kedepan Ida menyebut, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak terkait guna mempercepat dan mendorong restoran, hotel dan UMKM, agar memenuhi syarat. Meskipun di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah ada pengampunya, Disporapar tetap akan melakukan pendampingan.

Baca Juga :  Si Melon Ijo, Solusi Sebaran Elpiji Subsidi Tepat Sasaran

“Saya dari Dinas Pariwisata, membantu. Karena tim Halal Center ada di bawah kita Disporapar. Saling bantu lah,” tambahnya.

Selama pandemi, tim yang bekerja di lapangan menyesuaikan protokol kesehatan (prokes). Tim tersebut dibiayai oleh APBD. Sehingga pihak restoran maupun UMKM tidak dikenakan tarif. Meskipun begitu, tetap ada keluhan yaitu tingkat pengunjung tidak seramai sebelum pandemi.

Untuk diketahui, secara teknis pengajuan sertifikasi halal memang bisa didapatkan melalui BPOM dan LPP MUI. Di tahun 2019 lalu, dari 20 hotel, ada sekitar delapan hotel dan resto yang sudah mendapatkan sertifikasi halal ini.

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait