Malang Got Culture Talent, Hidupkan Kembali Seni Budaya Tradisional - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Malang Got Culture Talent, Hidupkan Kembali Seni Budaya Tradisional
Lomba Tari Kreasi Jawa Timuran/Pemprov Jatim
BERITA STRAIGHT NEWS

Malang Got Culture Talent, Hidupkan Kembali Seni Budaya Tradisional

SATUKANAL.com, MALANG– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengadakan ajang Malang Got Culture Talent (MGCT). Ajang ini bertujuan untuk menghidupkan budaya maupun kesenian tradisional dengan menyasar anak-anak hingga dewasa.

Suwarjana selaku Kepala Disdikbud Kota Malang menyebut jika seiring berkembangnya zaman, budaya ataupun kesenian tradisional kian tergeser kemajuan zaman. Untuk itu, lewat Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Malang ingin menggelorakan kembali seni tradisional.

Disebutkan oleh Dian Kuntari selaku Kabid Kebudayaan Disdikbud  Kota Malang,  pendaftaran MGCT saat ini telah ditutup. Dimana, penyerahan karya dilakukan pada tanggal 1 hingga 7 Maret 2021. Sedangkan untuk penilaian tahap I dilakukan pada tanggal 2 sampai 18 Maret, dilanjutkan dengan pengumuman di tanggal 18 Maret.

“Selanjutnya, proses take shot dilaksanakan pada tanggal 20 sampai 26 Maret. Penialian tahap ini beserta penanyangannya dilakukan pada tanggal 2 sampai 29 Maret dan diumumkan hasilnya pada tanggal 31 Maret,” ungkapnya menerangkan.

Sementara itu, Dian juga menyebut, ada empat kategori dalam ajang MGCT. Kategori itu meliputi menari tari tradisional, kidungan Jula-Juli, cipta kreasi tari tardisional dan cover lagu dengan alat musik tradisional.

Baca Juga :  7.226 Lansia Kota Malang Terima Bantuan Pangan Dengan Skema Baru

Tiap kategori memiliki sasarannya sendiri. Seperti pada kategori Menari Tari Tradisional yang pesertanya berasal dari anak-anak usia SD hingga SMP yang terdiri dari tiga sampai lima siswa dalam satu grub, baik perempuan maupun laki-laki.

“Tari kreasi tradisonal ditampilkan maksimal 10 menit dengan persiapan, dimana temanya berkisar dari tema lokal yang berkembang dari budaya setempat. Karya tari harus berupa karya tari lama atau baru yang bersumber dari medium tari etnik daerah setempat dikomposisikan berdasar tari kelompok,” terangnya.

Menurut Dian, instrumen, kostum serta properti peserta tidak disediakan panitia dan disediakan mandiri oleh peserta. Kosstum yang digunakan juga harus menunjukkan unsur kebudayaan dan keindahan tanpa menghilangkan nilai kesopanan.

“Tidak diperkenankan pula melakukan gerakan yang dapat ditafsirkan sebagai pornoaksi atau pornografi serta yang mengandung unsur SARA,” ujar Dian.

Untuk kategori kedua yakni  Cipta Kreasi Tari Tradisional yang dikhususkan bagi pemilik sanggar tari. Apalagi, banyak kegiatan di sanggar  tari yang berhenti total karena adanya pandemi. “Harapannya, mereka bisa berinovasi kembali serta membuat kreasi gerakan baru,” kata Dian.

Baca Juga :  Antisipasi Penularan Covid-19 di Malang, Peserta SBMPTN Wajib Rapid Test Antigen

Kategori selanjutnya adalah Kidungan Jula-Juli yang bertema tentang protokol kesehatan yang berkaitan dengan pola hidup saat ini. Dengan adanya kesenian ini dapat sekaligus menjadi sarana sosialisasi prokes.

Kemudian, kategori terakhir adalah cover lagu menggunakan alat musik tradisional. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan jika alat musik tradisional dapat digunakan dalam memainkan lagu modern dan kekinian.

Lebih lanjut, Dian mengungkapkan terkait penilaian ajang ini. Masing-masing kategori perlombaan melibatkan tim juri yang berkompeten di bidangnya. Para juri berasal dari dari praktisi ataupun akademisi di bidang kesenian. Adapun tokoh seniman Kota Malang yang dipercaya menjadi juri antara lain Endah Catur Lestariningdyah, Sandy Dea, Anang Brotoseno dan Bobby Nuroho.

“Kita juga telah menyiapkan hadiah untuk peserta. Juara 1 tiap kategori mendapat hadiah 2 juta rupiah, juara 2 mendapat 1,5 juta rupiah, juara 3 mendapat 1 juta rupiah serta bagi juara favorit dari pilihan warganet akan mendapat 1 juta rupiah,” pungkasnya.

Terkait, informasi serta mekanisme perlombaan secara rincinya dapat dilihat melalui akun instagram resmi Bidang kebudayaan, @kebudayaan.dikbud.kotamalang.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait