Makam Gus Dur Tetap Ditutup, Pedagang Merana - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pedagang di area makam Tebuireng yang terpaksa tutup lapak.
Pedagang di kawasan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Makam Gus Dur Tetap Ditutup, Pedagang Merana

Satukanal.com, Jombang – Pandemi Covid-19 terus memberikan dampak negatif untuk para pedagang di sekitar Makam Presiden ke 4 RI, KH Abdurrahman Wahid, di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, sebab sejak awal pandemi hingga kini salah satu kawasan wisata religi di Kota Santri ini tetap ditutup untuk umum. Tak jarang pedagang tak memperoleh apapun.

Salah satu pedagang Suhermanto mengatakan, selama pandemi tak jarang dirinya tidak mendapatkan hasil sama sekali. Padahal selama ini, ia bersama keluarga menggantungkan hidup dari berjualan di kawasan tersebut.

“Tutup total, soalnya tidak ada pembeli,” ucapnya pada wartawan pada Kamis (15/7/2021).

Suhermanto semakin sedih lantaran ruko yang dipakainya untuk berjualan bukanlah milik pribadi. Melainkan sewa, dan jika kondisi terus seperti ini ia khawatir tidak bisa membayar uang sewa.

Baca Juga :  14.852 RT di Malang Steril Covid-19

“Tutun drastis intinya, biasanya kalau hari biasa sebelum ada pandemi itu sehari bisa dapat Rp 300 – 500 ribu. Selama Covid turun drastis, bahkan dalam sehari sama sekali tidak ada pembeli,” ujarnya.

Senada dengan Suhermanto, Akhmad Khusaini (49) juga menuturkan bahwa pendapatannya selama Covid-19 menurun. Terlebih area makam Gus Dur yang masih ditutup bagi peziarah luar.

“Karena ada Covid ini jadi pedagang menutup lapak. Pesantren juga menutup area makam, sebagai antisipasi penyebaran Covid,” ujarnya.

Khusaini bukanlah satu-satunya pedagang yang terpaksa harus menutup lapak. Rata-rata, pedagang di area makam Gus Dur juga menutup lapaknya. Meskipun tetap dibuka, kemungkinannya sangat kecil akan ada pembeli yang datang.

“Pedagang disini kan mengandalkan para peziarah. Area makam ditutup, otomatis pembeli juga sepi, jadi banyak pedagang yang memilih menutup lapak,” terangnya.

Baca Juga :  Ratusan Juta Rupiah Digelontorkan Pemkab Jombang Guna Pelestarian Situs Sumberbeji

Pria yang menjual aneka macam jajan ini, menyebut para pedagang tidak bisa berbuat apa-apa. Karena harus mengikuit aturan yang sudah dibuat. Penutupan area makam, jelasnya mempengaruhi pemasukan dari Khusaini.

“Omset jelss turun, detailnya yah saya nda terlalu ngitung. Cuma memang terasa sekali kalau omset itu menurun,” jelasnya.

Ia berharap pandemi Covid 19 bisa segera berakhir dan keadaan kembali normal supaya ia dan pedagang lainnya bisa kembali berjualan. Area makam Gus Dur sendiri sudah ditutup sejak tanggal (16/3/2020) tahun lalu. Penyebaran masif pandemi Covid di Jombang membuat beberapa sektor terdampak termasuk ekonomi.

 

 

 

Pewarta : Anggit Puji
Editor : Ubaidhillah 

Kanal Terkait