SATUKANAL.COM
Mak Ti, Produsen Rengginang Kediri Legendaris
Mak Ti, pembuat rengginang legendaris Kediri asal Kecamatan Ngasem. (Foto: kominfo)
BERITA STRAIGHT NEWS

Mak Ti, Produsen Rengginang Kediri Legendaris

SATUKANAL, KEDIRI – Di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri siapa yang tidak mengenal Mak Karti? Nenek berusia 82 tahun ini adalah pembuat kerupuk tradisional rengginang.

Mak Ti panggilannya, sudah menggeluti usaha pembuatan rengginang sejak tahun 1986. Usaha yang sudah turun temurun ini didapat dari ibunya yang lebih dahulu menjadi produsen rengginang.

Menurut kisahnya, sebelum membuat rengginang, Mak Ti hanyalah pencari kayu di hutan untuk dijual. Seiring berjalannya waktu dan ibunya merasa sudah tak sanggup membuat rengginang, akhirnya resep dan ilmu diturunkan kepadanya.

Mak Ti juga menuturkan, saat masih muda, semua kegiatan usaha dikerjakan sendiri. Mulai dari membeli bahan-bahan, memasak, mencetak, menjemur, hingga mengemas. Bahkan untuk mengirim dan memasarkan ke pasar-pasar dan beberapa toko di sekitar Kediri, Mak Ti mengantarnya sendiri menggunakan sepeda onthel.

”Sekarang karena sudah lanjut, ada cucu yang membantu. Kalau ada pesanan yang harus diantar agak jauh, sekarang diantar anak lelaki,” katanya.

Untuk menjaga kualitas produk, Mak Ti selalu berpegang teguh pada pesan ibunya agar tidak main-main dalam hal memilih bahan baku. Rengginang harus menggunakan beras ketan yang super.

Walau terbilang makanan jadul, Mak Ti tak mau ketinggalan. Inovasi dilakukan Mak Ti dengan menambah varian rasa. Saat ini sudah ada varian rasa original, gurih, manis, bawang, terasi dan rengginang ketan hitam.

Nenek yang juga aktif dalam berbagai kegiatan Posyandu Lansia, senam lansia dan kelompok wanita tani ini dalam sehari menghabiskan 10 kilogram beras ketan untuk membuat rengginang. Namun jika musim pesanan meningkat, bisa menghabiskan 25 kg beras ketan per hari.

“Untuk rengginang putih dipatok dengan harga Rp 22 ribu per kilo. Sedangkan untuk rengginang ketan hitam Rp 24 ribu per kilo, disesuaikan dengan harga bahan baku yang cukup tinggi serta ada tambahan gula kelapa,” tambahnya.

Camat Ngasem Ary Budianto mengatakan, pemerintah selalu memberikan dukungan dan memotivasi kepada warga pelaku UMKM agar lebih giat lagi dalam meningkatkan produksinya.

“Pemerintah Kecamatan Ngasem memberikan bantuan berupa promosi melalui berbagai media seperti media sosial di kecamatan dan TV pemerintah. Selain itu, jika ada kegiatan pameran di kecamatan, akan diikutsertakan sebagai sarana untuk memperkenalkan produk-produk UMKM Kecamatan Ngasem kepada masyarakat luas,” pungkasnya.

Pewarta: Isnatul Chasanah

Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait