SATUKANAL.COM
Covid-19
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN

RSSA Malang Tangani 8 Suspect Corona, Mahasiswa UB Masih dalam Pantauan

SATUKANAL, MALANG – Sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Timur, Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang juga menerima sejumlah suspect virus Corona.

Wakil Direktur RSSA Malang, Saifullah menginformasikan ada delapan kasus yang dicurigai atau suspect Covid-19. Menurutnya, tercatat 6 enam pasien sudah ditegaskan negatif.

Sementara itu, dua kasus masih dalam proses menunggu hasil uji laboratorium Litbangkes di Jakarta. “Itu pun tidak ada indikasi awal yang mengarah erat ke Covid-19,” ujar Saifullah dalam kegiatan Rapat Koordinasi bersama Wali Kota Malang, Sabtu (14/3/2020) siang.

Saifullah menambahkan, secara mekanisme protokol penanganan sudah berjalan baik. “Namun yang saat ini justru runyam dan dapat menciptakan keriuhan adalah ‘virus berita/informasi’ yang tersebar liar dan cenderung menciptakan kepanikan,” terangnya.

Sementara itu, kondisi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) yang menjadi suspect Corona saat ini sedang dalam pantauan tenaga medis di RSSA Malang.

Mahasiswa tersebut masih belum bisa dipastikan positif terinfeksi Covid-19. Sebab, ia tidak memenuhi kriteria yang berhubungan dengan orang yang terdiagnosa positif maupun tidak berhubungan dengan area terjangkit.

Baca Juga :  Dua Pasien Positif Covid-19 Ditangani RSSA Malang, Salah Satunya Meninggal

Isu tersebut muncul dikarenakan ayah mahasiswa tersebut meninggal dunia yang diduga disebabkan karena Covid-19. Namun, hasil tes terhadap ayah mahasiswa tersebut dinyatakan negatif dan istri almarhum yang merawat dinyatakan sehat dan tidak terinfeksi Covid-19.

Hal ini disampaikan oleh Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS dalam konferensi pers pagi ini (Sabtu, 14/3/2020) di Gedung Rektorat UB lantai 6.

“Kenyataannya menurut data dari teman-teman dari satgas, itu kan orang tuanya yang diduga kena Corona, meninggal, tapi ternyata negatif. Istrinya yang merawat itu tidak terkena, kemudian anaknya sakit, akhirnya timbul kecurigaan. Sekarang lagi dites apakah kena atau tidak. Mudah-mudahan kita berharap itu tidak kena,” beber Nuhfil.

Ketua Satgas Corona UB dr Aurick Yudha Nagara mengungkapkan, kondisi mahasiswa tersebut kini sudah mengalami perbaikan. Pihaknya menyatakan selalu update dengan rumah sakit.

“Berkaitan dengan kondisi mahasiswa tersebut, kami mendapatkan informasi bahwa tadi pagi mahasiswa tersebut penggunaan oksigennya sudah bisa berkurang, dan juga sudah bisa main HP, menandakan bahwa ada perbaikan,” terangnya.

Baca Juga :  Tenaga Medis di Kabupaten Kediri Kekurangan APD

Namun demikian ia menegaskan, mahasiswa suspect Corona tersebut dinyatakan tidak masuk kriteria Corona atau Covid-19.

“Yang pertama adalah tidak terjangkit kontak erat pasien yang positif Covid-19, dan itu sudah dikonfirmasi beberapa waktu yang lalu,” ucapnya.

Kriteria kedua, mahasiswa tersebut tidak berpergian di tempat yang terjangkit Covid-19. Dalam hal ini adalah Wuhan (China) dan beberapa negara yang dinyatakan terjangkit.

“Yang ketiga, mahasiswa tersebut tidak pernah bepergian ke lokasi kesehatan di mana Covid-19 tersebut sudah ditemukan,” lanjutnya.

Nah, mahasiswa tersebut tidak memenuhi 3 kriteria itu. Namun, ada kondisi klinis dimana mahasiswa harus ditangani RSSA.

“Tidak memenuhi tetapi memang ada kondisi klinis, mahasiswa tersebut lagi sakit, dan tahap memang dalam pencarian sakitnya ini kenapa,” tandasnya.

Pihak UB sendiri belum bisa memaparkan kronologis mahasiswa hingga akhirnya diduga terkena Corona dan dites di RSSA karena hal itu merupakan wewenang rumah sakit.

Redaktur: N Ratri

Kanal Terkait