Mahasiswa FTP UB Manfaatkan Piperin di Cabai Puyang sebagai Balsam untuk Nyeri Otot - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Mahasiswa FTP UB Manfaatkan Piperin di Cabai Puyang sebagai Balsam untuk Nyeri Otot
Keempat Mahasiswa FTP UB yang memanfaatkan Cabai Puyang untuk Balsam (Foto: Dokumentasi FTP UB)
BERITA Kanal Straight

Mahasiswa FTP UB Manfaatkan Piperin di Cabai Puyang sebagai Balsam untuk Nyeri Otot

Satukanal.com, Malang – Meski masih dalam situasi pandemi Covid-19, tak menyurutkan semangat para mahasiswa untuk terus berinovasi. Seperti keempat mahasiswa Universitas Brawijaya angkatan 2020 memanfaatkan senyawa piperin pada buah cabai puyang (Piper retrofractum Vahl.).

Keempat mahasiswa bernama Moh. Rifky Rafinsyah Mulyono (Teknik Pertanian/FTP), Zahra Cahya Ramadhani (Teknik Pertanian/FTP), Annisa Nur Fitriani (Farmasi/FK), dan Ajeng Budi Purwati (Farmasi/FK), memanfaatkan kandungan piperin pada buah cabai puyang sebagai bahan baku utama pembuatan balsam.

Mahasiswa yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE) ini, menggunakan pipering untuk membuat balsam yang dapat mengobati nyeri otot. Di bawah bimbingan dosen La Choviya Hawa, STP., MP., Ph.D, inovasi dari mahasiswa FTP Ub tersebut berhasil lolos dan didanai oleh pihak Dikti.

Diketahui, Cabai puyang mengandung senyawa piperin yang menciptakan efek pedas dan memiliki efek antiinflamasi. Cabai puyang juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati nyeri otot (myalgia) yang sering terjadi pada 30-50% masyarakat Indonesia tiap tahunnya.

Ketua tim bernama Moh. Rifky mengatakan, cabai puyang juga masuk dalam salah satu tanaman obat yang kaya akan beragam khasiat. Namun, menurut Rifky cabai puyang masih belum dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga :  Harga Melambung, Tomat Jadi Komoditas Penyumbang Angka Inflasi Kota Malang

Hasil penelitian dari suatu jurnal menunjukkan bahwa nyeri otot banyak diderita oleh orang berusia di atas 75 tahun. Adanya permasalahan tersebut membuat keempat mahasiswa berinovasi untuk membuat balsam yang dapat mengatasi nyeri otot.

Melihat kebiasaan masyarakat indonesia yang sering kali menggunakan obat topikal/obat luar untuk mengatasi nyeri otot, salah satunya ynag banyak digunakan ialah balsam. Namun, balsam yang beredar di pasaran cenderung mengandalkan asam salisilat yang memberikan efek panas sesaat tanpa meredakan nyeri ke sumbernya.

Sementara Annisa selaku anggota kelompok mengatakan, menurut literatur yang telah mereka baca, campuran asam salisilat dengan salep 1-15% dapat menyebabkan inflamasi yang diikuti pengelupasan kulit selama 2-14 hari.

Menemui adanya kelemahan itu, keempat mahasiswa ini melakukan pengkajian mengenai bahan alternatif alami sebagai komposisi balsam yang efektif mengobati nyeri otot, yakni senyawa piperin pada cabai puyang.

Baca Juga :  Masuk Daerah Rawan Kekeringan, Pemkab Mojokerto Suplai Air Bersih di Desa Duyung

“Cabai puyang mengandung piperin sebanyak 21,33 mg/g. Angka tersebut cukup besar bila dibandingkan dengan piperin pada buah sirih yang hanya 9,22 mg/g,” ujarnya melansir dari laman tp.ub.ac.id.

Untuk mengolah cabai Puyang menjadi balsam, simak tata caranya berikut ini :

  1. Cabai diolah dengan metode blansing HTST (70°C selama 3 menit)
  2. Lalu dikeringkan dengan alat tray dryer (70°C selama 18 jam)
  3. Piperin diekstrak dengan metode sokletasi dan diisolasi dengan metode rekristalisasi
  4. Setelah itu, dilakukan uji kemurnian dengan KLT (kualitatif) dan HPLC (kuantitatif)
  5. Ekstrak piperin kemudian diolah menjadi balsam
  6. Lalu diuji efektivitasnya melalui uji khasiat, organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat.

Melalui iniovasi ini, keempat mahasiswa FTP tersebut berharap agar, penelitian ini mampu meningkatkan nilai jual bagi para petani dan penggiat usaha melalui pemanfaatan cabai puyang yang lebih optimal. Selanjutnya, senyawa piperin pada cabai puyang diharapkan dapat menjadi komponen utama dalam pembuatan balsam yang efektif dalam mengobati nyeri otot.

 

 

Pewarta : Viska
Editor : Adinda

Kanal Terkait