Macet di Kota Malang, Pertamina Sebut Pasokan BBM Natal-Tahun Baru Rawan Molor - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Macet di Kota Malang, Pertamina Sebut Pasokan BBM Natal-Tahun Baru Rawan Molor

– Masalah kemacetan di Kota Malang sepanjang libur Natal dan tahun baru (Nataru) dikhawatirkan berimbas pada penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut. Padahal, dengan meningkatnya kunjungan wisata di momen akhir tahun, Pertamina memprediksi kebutuhan BBM naik sekitar 10 persen dari konsumsi normal.
Pjs Operation Head (OH) Terminal BBM (TBBM) Malang Nilam Permatasari mengatakan, pihaknya memastikan jumlah pasokan BBM relatif aman. Menurut dia, peningkatan konsumsi BBM tahun ini tidak sebesar 2017 lalu. “Tahun lalu tinggi, (peningkatannya) di kisaran 40 persen. Tahun ini kami prediksi di angka 10 persen. Peningkatan tidak seperti tahun kemarin,” ujarnya.
Nilam mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penimbunan sebanyak 9 unit tangki BBM maupun bahan bakar hidrogen (BBH) dengan volume sebanyak 7.000 kiloliter (kl). Stok tersebut akan bertahan tiga hari. Sementara itu, pihaknya juga telah menyiapkan sebanyak 46 mobil tangki (MT) dengan kapasitas rata-rata 1.000 kl per tangki.
BBM tersebut akan disalurkan ke setidaknya 90 SPBU. Antara lain untuk melayani wilayah Malang kota, Batu, Pujon, Blitar, Tulungagung, Lumajang, Malang Selatan, hingga Sendang Biru. Untuk Kota Malang sendiri terdapat 12 SPBU. Dia mengungkapkan, saat ini distribusi masih harus mendapatkan perhatian khusus.

Baca Juga :  Kota Malang Bakal Tingkatkan BOR dan Percepatan Vaksinasi Mahasiswa

“Dengan kapasitas tangki yang terbatas, maka mobil harus bolak-balik dari depo ke SPBU,” ujarnya.  “Kelancaran mobil tangki di perjalanan sangat berpengaruh pada distribusi. Kalau macet yaa akan berpengaruh pada penyaluran,” tambah Nilam.

Pihak Pertamina memetakan beberapa titik rawan macet. Di antaranya di Jalan Bendungan Sutami, Jalan Gajayana, dan kawasan Dinoyo. Selain itu juga di sekitar Jalan S. Supriyadi serta Jalan Kolonel Sugiono. “Titik itu biasanya rawan macet untuk tangki,” paparnya.
Pihak Pertamina sendiri menyiapkan beberapa antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan di tingkat SPBU. Di antaranya, memastikan tidak ada SPBU kritis atau kosong. “Untuk antisipasi kemacetan, dengan pengiriman lebih pagi. Kisaran pukul 03.00 WIB kami sudah mulai kirim,” ucapnya.
Dia menjelaskan, pasokan tersebut untuk mengantisipasi adanya lonjakan konsumsi BBM pada puncak arus wisata nanti. Pihaknya mengestimasi, lonjakan kebutuhan BBM akan terjadi pada akhir pekan sebelum perayaan Natal dan akhir pekan sebelum tahun baru. “Sesuai realisasi nataru tahun lalu, dari Jumat Sabtu sudah mulai padat dan naik. Peak-nya pas weekend sebelum natal,” terangnya.
Pada momen libur nataru nanti, lanjut dia, pihaknya juga akan beroperasi pada hari Minggu. “Minggu biasanya off, tapi untuk antisipasi permintaan yang melonjak, kami standby buka penyaluran di hari Minggu,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk mengantisipasi keterlambatan pasokan suplai, Pertamina juga akan menyediakan tangki kantong di beberapa SPBU. Terutama di SPBU yang letaknya cukup jauh dan perlu akses khusus untuk menghindari kemacetan di Malang Raya. “Misalnya di Batu. Akses menuju ke sana cukup panjang. Belum kalau macet. Keberadaan mobil tangki kantong itu tergantung kondisi juga, perlu atau tidak,” kata Nilam.
Tak hanya itu. Pertamina juga mempersiapkan satgas khusus untuk mengantisipasi keterlambatan pasokan. “Kalau dari segi internal, kami siap selama 24 jam. Sementara ketika weekend, biasanya kami libur. Kali ini tidak, siap untuk operasional,” pungkasnya.
Wali Kota Malang Sutiaji menanggapi bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengamankan distribusi BBM. “Makanya ini kan ada kepolisian. Jadi, nanti kami minta, di waktu tertentu (mobil Pertamina) butuh patwal, maka nanti dikawal. Kami siapkan supaya distribusinya lancar,” tandasnya. (*)

Baca Juga :  Ribuan Murid SMA Kota Malang di Vaksin

Kanal Terkait