Lukisan-Lukisan Mahasiswa UB Malang yang Mengekspresikan Liku-liku Hidup - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Ragam lukisan karya mahasiswa angkatan 2020 Prodi Seni Rupa UB Malang (foto: Lutfia untuk satulkanal.com)
BERITA Kanal Feature Kanal Highlight

Lukisan-Lukisan Mahasiswa UB Malang yang Mengekspresikan Liku-liku Hidup

Pameran Seni Rupa Universitas Brawijaya yang digelar hingga 17 Oktober 2021 ini mendapatkan respon positif dari pengunjung. Mengobati kejenuhan setelah terjangkiti oleh sepi selama pandemi Covid-19.

satukanal.com, Malang– Lutfia

ALUNAN musik syahdu terdengar lirih dari luar gedung Dewan Kesenian Malang, di Kauman, Kota Malang, Jumat (16/10/2021) malam. Hari merangkak malam, namun pengunjung justru berdatangan.

Ella tengah memperhatikan lukisan yang menampilkan rangkaian aksara Jawa di dinding tak jauh dari pintu masuk. Perempuan yang mengenakan setelan dominan warna gelap ini memperhatikan tiap detai lukisan. Ella mengaku sangat menikmati acara yang diselenggarakan di Gedung DKM ini.

Emang dari awal suka seni. Terus ternyata ada pameran dan tertarik. Lukisan di sini juga beragam, ditambah ada musik di luar jadi enggak sepi jadinya bagus dan banyak yang tertarik buat ngeliat pameran ini,” ungkapnya.

Sebanyak 52 lukisan ditampilkan dalam Pameran Seni Rupa bertemakan ‘Rama-Rama Neka Warna’ ini. Semua karya mahasiswa Program Studi Seni Rupa Universitas Brawijaya angkatan 2020. Tak hanya itu. Juga ada tampilan musik dari mahasiswa. Even ini seakan mengobati rasa jenuh mahasiswa yang roda kegiatannya praktis terhenti sejak pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Bulan Imunisasi Anak Sekolah, Siswa SDN Tanjungrejo 5 Ikuti Imunisasi dari Puskesmas
Karya berjudul Morphosis yang dilukis oleh Dika. (foto: Lutfia untuk satukanal.com)

Karya-karya yang dipamerkan merupakan bentuk luapan ekspresi para perupa. Seperti ditunjukkan oleh Dika, pemilik karya berjudul “Morphosis.” “Ini tentang perkembangan perasaan dari kecil sampai besar, masalah bertambah banyak seperti insecure, sedih. Ini juga pengalaman pribadi lalu saya sampaikan ke karya saya ini,” kata Dika.

Dalam pencarian konsep, Dika membutuhkan waktu selama dua minggu. Dia sudah berganti konsep sebanyak dua kali. Akhirnya terciptalah karya yang dipamerkannya itu.

 

Sementara, Afrizal yang menghasilkan karya berjudul “Corak Banjur Panguripan” juga menggambarkan lika-liku kehidupan melalui karya. Dalam lukisan itu, dia menggambarkan  posisi orang duduk sila yang hendak berdiri, mau mentas dari lika-liku kehidupan.

Baca Juga :  Korban dan Pelaku Kasus Kekerasan Seksual di Malang Tetap Dapat Akses Pendidikan
Corak Banjur Panguripan, dilukis oleh Afrizal. (foto: Lutfia untuk satukanal.com)

“Aku merepresentasikan bunga-bunga dan daun itu adalah doa-doa yang baik. Kalau background merah gambaran hal-hal yang ruwet dan buthek yang ada di belakangku. Terutama bagian kepala ada gambarannya anak kecil yang gak jelas itu adalah pikiran kita kemana-mana,” ujar Afrizal menjelaskan makna dari tiap lukisannya.

Ia juga melengkapi lukisannya dengan tembang sinom yang tertuliskan dengan aksara jawa sebagai bentuk nasehat dari pikiran yang amburadul.

Lukisan-lukisan mahasiwa angkaran 2020 ini menuai apresiasi. “Keren sih, mulai dari karya, tema yang diangkat juga beragam, ada yang mengekspresikan dirinya, mengangkat budaya, dan mengkritisi pemerintah juga,” ujar Kodrat, mahasiswa Seni Rupa 2018.

Pameran Seni Rupa ini akan berlangsung hingga hari Minggu 17 Oktober 2021 dan dimeriahkan oleh beberapa bintang tamu.

Editor : Danu S

Kanal Terkait