LSM Bintara Tagih Pendidikan Gratis pada Gubernur Jawa Timur | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

LSM Bintara Tagih Pendidikan Gratis pada Gubernur Jawa Timur

Pasca mediasi antar pihak, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bintang Nusantara (Bintara) Raden Ali Sodik angkat bicara soal pendidikan gratis dan berkualitas di Jawa Timur yang dijanjikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Saat itu, Khofifah dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menyampaikan beberapa janji setelah dilantik secara resmi oleh Presiden Joko Widodo. Misalnya, program pendidikan gratis untuk SMAN-SMKN yang mereka usung selama masa kampanye dulu.

“Orang nomor satu di Jawa Timur itu sempat berjanji akan memberikan biaya pendidikan gratis. Setelah saya dapat penjelasan dari Kepala SMKN 3 Boyolangu Tulungagung tentang kebutuhan sekolah, yang di antaranya kebutuhan sarana dan prasarana,” ujar Raden Ali.

Kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan yang mendesak. Seperti rehab ruang kelas, paving, parkir dan lainnya, ternyata tidak boleh dibiayai BOS maupun BPOPP.

“Ini kan ternyata selain SMKN 3 Boyolangu ada informasi yang masuk ke kami (tidak menyebut sekolah) masih banyak sekolah lain yang membutuhkan biaya untuk sarana dan prasarana yang tidak boleh dibiayai BOS maupun BPOPP,” papar Ali.

Hasil dari komunikasi Bintara kepada Kepala SMKN 3 Boyolangu, akan diteruskan kepada Gubernur Khofifah.

“Kalau Pendidikan garis dan berkualitas tentu tidak ada lagi SMKN atau SMAN yang membuka sumbangan untuk gedung dan lainnya,” tegas Ali.

Menurut Ali, gubernur harus tanggung jawab terkait pendidikan gratis tersebut. Pasalnya, Bintara ingin sistem pendidikan di Jawa Timur benar-benar gratis.

“Kami tetap mengawal ini sampai tuntas, kalau bisa sistem pendidikan kita memang benar-benar gratis,” terangnya.

Langkah awal yang akan dilakukan Bintara adalah minta ke gubernur untuk menyampaikan aplikasi dari pendidikan gratis berkualitas.
“Nanti baru kami akan minta gubernur tidak hanya janji-janji manis saja. Ini harus jelas,” tambahnya.

Pasca mediasi LSM Bintara dengan SMKN 3 Boyolangu, akhirnya menemukan jawaban. Di antaranya  Banyak SMKN/SMAN yang masih minta sumbangan wali murid gara-gara kebutuhan sarana prasarana yang tidak boleh dibiayai BOS maupun BPOPP.

“Sekolah tidak memperoleh kejelasan dari gubernur,” pungkasnya.

Kanal Terkait