Lima Kursi Kadin Kosong, Link Jombang Khawatir Komersialisasi Jabatan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Lima Kursi Kadin Kosong, Link Jombang Khawatir Komersialisasi Jabatan
Aan Anshori Direktur Link Jombang (Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Lima Kursi Kadin Kosong, Link Jombang Khawatir Komersialisasi Jabatan

Satukanal.com, Jombang – Lima jabatan Kepala Dinas (Kadin) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang masih kosong, Direktur Link (Lingkar Indonesia untuk Keadilan) Jombang, Aan Ansori khawatirkan adanya komersialisasi jabatan.

Menurut Aan, lowongnya beberapa jabatan penting di lima dinas lingkup Pemkab Jombang ini selalu membuatnya khawatir. Karena ada presedence yang tidak baik menyangkut mutasi yang ada di lingkup Kabupaten.

“Setidaknya ada dua yang menurut saya ini selalu berulang-ulang, pertama, publik tidak terlalu mengetahui trasnparansi menyangkut soal apa yang dibutuhkan oleh jabatan jabatan tersebut,” ucapnya saat dikonfimasi pada Sabtu (4/9/2021).

Kemudian yang kedua, publik juga tidak cukup tau mengapa pejabat-pejabat itu di remove dan tidak diteruskan lagi menjadi kepala dinas. Menurutnya proses yang terjadi tidak cukup transparan, sehingga publik tidak mengetahui secara pasti dan berimplikasi pada faktor yang kedua.

“Khawatir saya, ini akan membuka peluang untuk komersialisasi jabatan. Saya sangat konsen dengan buruknya mekanisme mutasi ini yang mungkin saja bisa menyebabkan praktek komersialisasi,” ujarnya.

Terkait data, ia mengaku memang tidak memiliki datanya. Namun setidaknya pada tahun 2020 ada kerabat inisial W yang terkenal dan tau betul seluk beluknya, pernah berbicara di media massa. Bahwa untuk mendapatkan sesuatu di lingkup Pemerintah Kabupaten itu bukan hal mudah. Bukan tidak mengeluarkan uang sedikitpun.

Baca Juga :  JIAD Jombang Kutuk Keras Pembakaran Masjid Ahmadiyyah di Sintang Kalimantan Barat

“Untuk mendapatkan jabatan itu paling tidak menyiapkan Rp 200 – 300 juta agar mendapatkan posisi disana. Bagi pejabat yang ingin mempertahankan jabatannya maka menurut media massa tersebut, ia juga harus menyiapkan Rp 100 juta untuk mempertahankan jabatan itu,” jelasnya.

Hal tersebut dikatakannya tidak pernah ditindak lanjuti. Bupati maupun Wakil Bupati menganggap ini hanya sekedar isu belaka. Tidak pernah di kroscek, klarifikasi atau upaya untuk meminimalisir hal itu terjadi.

“Aroma busuk terkait komersialisasi jabatan itu menyeruak dan Bupati waktu itu saat kampanye menyerukan anti pungutan liar (pungli) sama sekali tidak melakukan implementasi atas hal itu. Tidak pernah bicara dan sebagainya tentang kerisauan publik,” ungkapnya.

Tak hanya itu, jika mekanisme yang gelap gulita ini tetap diteruskan, siapa pun yang terpilih dalam nuansa komersialisasi ini, tidak akan bisa bekerja secara maksimal, karena ia mendapatkan jabatan itu dengan cara membayar atau praktek suap itu sendiri.

Baca Juga :  Sambut Hari Jadi Polwan, Srikandi Polres Jombang Gelar Donor Darah

“Maka yang dipikirkan itu bukan rakyat tapi bagaimana uang tersebut bisa kembali utuh. Saya mendesak Bupati atau Wakil untuk transparan, kalau perlu membuka Hotline siapapun yang merasa dimintai korban dengan uang bisa melapor. Jadi lebih apresiatif dan aktif kalau saya melihatnya,” tandasnya.

Apalagi ini menjelang Politik elektoral yang kedua yah, biasanya di beberapa tempat komersialisasi jabatan itu ada kaitannya dengan politik elektoral. Jika tidak ada transparansi maka akan berimbas buruk dari sisi pandangan masyarakat.

Sebelumnya, Lima dinas di lingkup Pemkab Jombang kosong jabatan. Hal ini disebabkan karena adanya mutasi besar-besaran di badan pemerintahan.

Lima dinas tersebut diantaranya yaitu Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jombang (DPMPTSP), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pertanian (Disperta), dan Dinas Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rumah (PUPR).

Usai mutasi besar-besaran yang berimbas pada kosongnya lima jabatan kepala dinas di Kabupaten Jombang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, tunjuk Pelaksana Tugas (Plt).

 

 

Pewarta : Anggit Puji
Editor : Adinda

Kanal Terkait