Lewat Tangan Snouck Hurgronje, Ad-Dhuha Direkam Pertama Kali di Mekkah - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Lewat Tangan Snouck Hurgronje, Ad-Dhuha Direkam Pertama Kali di Mekkah

Berbicara Christian Snouck Hurgronje, maka ingatan kita akan menuju pada peperangan Aceh. Lewat strateginya, perang Aceh yang berlangsung sekitar 40 tahun serta menelan korban sekitar 50 ribu dan 100 ribu penduduk tewas dan sekitar satu juta terluka, berakhir.

Lewat pengetahuannya tentang budaya Islam serta kemahirannya berkhotbah, Hurgronje yang saat itu menjadi penasehat J B Van Heutsz, perlawanan penduduk Aceh hancur dan kekuasaan kolonial Belanda pun mencengkram bumi rencong.
Maka mendengar nama Snouck Hurgronje, ingatan kita akan segera hinggap pada tokoh pengadu belah masyarakat Aceh melalui kemahirannya berkhotbah dan fasih berbahasa Arab dan Islam.

Tapi, mungkin banyak yang belum mengetahui, bahwa dari tangan Haji Abdul Ghaffar nama Islam yang dipakai Snouck Hurgronje saat melakukan pemetaan masyarakat Islam Aceh, sebuah surah Alquran yaitu Ad-Dhuha yang dilantunkan di Mekkah tahun 1885 Masehi atau 1302 Hijriyah, direkam di sebuah alat rekam yang zaman itu merupakan benda langka ciptaan Thomas Alfa Edison.

Rekaman yang dibuat Snouck Hurgronje itulah yang disebut sebagai rekaman Alquran tertua. Keberadaannya yang didampingi dengan sebuah foto Mekkah tahun 1885 masih tersimpan dan menjadi koleksi penting sejarah di Empty Quarter Gallery Dubai.

Lantas bagaimana bisa Snouck Hurgronje sampai ke Mekkah di jaman itu. Serta mampu mengabadikan lantunan surah Ad-Dhuha dalam rekaman dan mengabadikan suasana Mekkah di zaman itu.

Snouck Hurgronje yang lahir di Oosterhout pada tahun 1857, adalah mahasiswa teologi di Universitas Leiden pada tahun 1874. Gelar doktornya pada tahun 1880 diraih melalui disertasi berjudul ‘Het Mekkaansche feest’ (“Perayaan Mekkah”).

Fasih berbahasa Arab serta memiliki hubungan dengan Gubernur Ottoman di Jeddah, dirinya di tahun 1884 berhasil lolos dalam pemeriksaan oleh delegasi ulama dari Mekkah. Tahun 1885, Snouck pun memulai ziarah ke kota suci muslim Mekkah. Keramahan dan naluri intelektualnya yang bergairah terhadap budaya dan agama Islam membuat para ulama tak segan membimbingnya.

Bahkan, sifat dan sikapnya itu yang membuat dirinya berhasil mengelabui masyarakat Mekkah saat itu. Snouck yang berpura-pura menjadi muslim, akhirnya mampu masuk dan sangat intensif melakukan berbagai kepentingannya terhadap budaya dan agama Islam.

Salah satunya adalah dengan merekam lantunan Ad-Dhuha dan memotret kondisi Mekkah saat itu. Sebuah tindakan yang pada zaman itu sempat menjadi kontroversial.

Lepas dari sepak terjangnya yang penuh kontroversi juga, Snouck adalah salah satu orang yang akan dicatat sebagai perekam Alquran tertua.

Kanal Terkait