Level PPKM Kota Malang Turun, BOR Tinggal 22 Persen - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Aglomerasi Jadi Sebab Malang Stay di Level 4
PPKM level 4 di Kota Malang (Foto: Ilustrasi Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Level PPKM Kota Malang Turun, BOR Tinggal 22 Persen

Satukanal.com, Malang – Warga Kota Malang kini dapat sedikit lega, pasalnya PPKM level 4 yang sebelumnya ditetapkan pemerintah pusat kini turun level menjadi level 3. Penurunan level ini juga terkait dengan turunya BOR di Bumi Arema.

Walikota Malang Sutiaji membenarkan akan penurunan level tersebut. “Sebenarnya saya tidak peduli level-levelan, yang terpenting saya inginkan ada relaksasi. Saya lihat tren kita saat ini kan sudah turun,” ujar Sutiaji.

Dia juga berujar, tingkat kasus positif di Kota Malang sama dengan daerah yang berstatus level 3. Bahkan jika dibandingkan dengan Surabaya, Kota Malang sudah menunjukkan jumlah yang kecil, hanya 547 kasus aktif. Bahkan angka kematian di Kota Malang sudah turun menjadi 7 persen.

Sementara kesembuhan pasien sudah mencapai hampir 90 persen. Untuk Bed Occupancy Rate (BOR) Kota Malang juga telah menunjukkan penurunan. BOR bagi warga Kota Malang sendiri hanya tinggal 22 persen.

Baca Juga :  PHRI Kota Malang Usulkan Pengunjung Hotel dan Restoran Sudah Tervaksin

“Sedangkan BOR akumulatif di angka 50 persen. Kalau sesuai standart, 60 persen saja sudah bagus, kita malah di bawah itu,” tambah Sutiaji.

Politikus partai Demokrat itu juga menguraikan, RSUD Kota Malang dari 40 bed, hanya terisi 13. Kemudian RS Dr Syaiful Anwar (RSSA) dari 144 tempat tidur, 80 yang terisi.

“Terus lagi di RS Marsudi Waluyo dari 39, yang terpakai 8 bed. RS Lavalette dari 69 bed, terisi 32 bed, dan RS Hermina dari 37 terisi 10 saja. Jadi akumulatif insyaallah kita sekitar 50 persen BORnya,” papar Sutiaji.

Baca Juga :  Arema FC Punya Asisten Analisis Pertandingan Khusus

Selain itu, jumlah pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) pun juga tinggal 31 belum dibawa ke isolasi terpusat (Isoter).

“Kasus aktif sekarang 547, yang dirawat di RS rujukan ada 263, yang luar kota ada 43. Kemudian yang berada di Isoter 210, jadi sianya 31 orang itu masih Isoman,” bebernya.

Terakhir, ia menekankan akan terus berupaya memindahkan pasien Isoman ke Isoter, meski banyak kendala yang terjadi di lapangan.

“Ada beberapa pasien yang tidak bisa mandiri, karena sudah tua dan tuna netra. Kalau di Isoter kan harus mandiri mengurus diri sendiri. Sehingga beberapa belum bisa dipindahkan,” pungkas Sutiaji.

 

 

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Editor: Ubaidhillah 

    Kanal Terkait