Lebaran 2021 Pekerja Diperbolehkan Mudik, Simak Syaratnya! - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Lebaran 2021 Pekerja Diperbolehkan Mudik, Simak Syaratnya!
BERITA HIGHLIGHT

Lebaran 2021 Pekerja Diperbolehkan Mudik, Simak Syaratnya!

Satukanal.com, Malang – Larangan mudik lebaran 2021, kini pemerintah memperbolehkan mudik lebaran untuk para pekerja. Diperbolehkannya mudik bagi para pekerja tentunya juga disertai oleh beberapa persyaratan.

Mudik diperbolehkan bagi pekerja yang mengalami kondisi darurat. Kondisi darurat tersebut antara lain, mudik yang dikarenakan keluarga sakit, anggota keluarga meninggal, kondisi hamil yang didampingi satu orang anggota keluarga, atau kepentingan persalinan dengan didampingi maksimal dua orang.

Sementara itu, Ida Fauziyah selaku Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) mengatakan, pekerja yang terpaksa mudik karena kondisi darurat diwajibkan untuk melampirkan print out surat izin keluar masuk (SIKM).

Untuk SIKM bagi para pekerja swasta berupa surat izin tertulis dari perusahaan yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik oleh pimpinan perusahaan serta identitas pekerja.

Bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) juga dapat melampirkan surat izin tertulis dari Staf Teknis Ketenagakerjaan atau pejabat dinas luar negeri yang ditunjuk oleh Kepala Perwakilan Republik Indonesia, yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik.

Baca Juga :  Ramadan 2021 di Banyuwangi Pasar Takjil Diizinkan, Ini Syaratnya

Sebelumnya, Ida mengimbau kepada para pekerja swasta dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar tidak melakukan perjalanan mudik pada Lebaran tahun 2021 ini.

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor M/7/HK.04/IV/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah bagi Pekerja dan PMI dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19.

“Kepada pekerja swasta dan PMI untuk tidak melakukan perjalanan mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah pada tanggal 6 Mei sampai dengan 17 Mei 2021,” jelasnya.

Surat Edaran ini ditujukan kepada Gubernur di Seluruh Indonesia, Kepala Perwakilan Republik Indonesia, Kepala Badan Pekerja Migran Indonesia, dan Penanggung Jawab Perusahaan Penempataan Pekerja Migran Indonesia.

Ida mengatakan, penerbitan SE ini dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai Covid-19 yang berpotensi meningkat karena mobilitas masyarakat, khususnya pekerja swasta dan PMI.

Baca Juga :  Larangan Mudik Penerbangan Terbatas Masih Bisa Dilakukan, Simak Syaratnya!

Selain itu, Ida juga menginstruksikan agar Pelaksana Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) agar memfasilitasi kepulangan PMI yang mengalami kondisi darurat untuk mudik, dari debarkasi ke daerah asal masing-masing pekerja.

Sebagai informasi, perjalanan pengendara nonmudik tetap diperbolehkan. Bagi pengendara yang masuk kategori nonmudik antara lain, kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik.

Keperluan mendesak tersebut, yakni:

  • Bekerja atau perjalanan dinas
  • Kunjungan keluarga sakit
  • Kunjungan duka anggota keluarga meninggal
  • Ibu hamil didampingi 1 orang anggota keluarga
  • Kepentingan persalinan didampingi maksimal 2 orang

Pelaku perjalanan nonmudik wajib memiliki print out surat izin perjalanan tertulis atau surat izin keluar masuk (SIKM).

 

 

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait