Lawan Vandalisme Cagar Budaya Kayutangan dengan Gerakan 'Koin Satus Repes' - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Lawan Vandalisme Cagar Budaya Kayutangan dengan Gerakan 'Koin Satus Repes'
Aksi relawan Forum Koin Satu Repes untuk Heritage. (Foto: Tri Iwan untuk Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Lawan Vandalisme Cagar Budaya Kayutangan dengan Gerakan ‘Koin Satus Repes’

Satukanal, Malang Cagar budaya yang seharusnya dipelihara dan dijaga dengan baik justru menjadi objek vandalisme. Salah satu cagar budaya yang dimaksud adalah bangunan eks – Bank Commonwealth di jalan Basuki Rahmad, Koridor Kayutangan, Kota Malang. Dinding gedung dicoret cat semprot dengan tulisan tidak layak.

Hal ini menggugah masyarakat yang tergabung dalam Forum Satus Repes untuk Heritage mengecat ulang untuk memulihkan keutuhan gedung. Mulai Sabtu (21/8/2021) hari ini, forum ini melakukan kampanye dan penggalangan dana untuk melawan vandalisme pada heritage di Kayutangan, Kota Malang.

Tri Iwan Widhianto, salah satu penggagas Koin “Satus Repes” Untuk Heritage Kota Malang mengatakan, gedung eks – Bank Commonwealth ini ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya melalui SK Walikota Malang Nomor 185.45/364/35.73.112/2018 tanggal 12 Desember 2018.

“Seharusnya bangunan tersebut butuh perhatian dari pemerintah khususnya dinas-dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang,” katanya.

Baca Juga :  Pemkab Blitar Rilis Website Command Center Tanggap Corona

Ihwal vandalisme ini baru terkuak ketika pemerhati cagar budaya mengunggahnya ke media sosial. Karena lambatnya respon instansi terkait, pecinta cagar budaya bergerak cepat. Iwan bersama volunteer cagar budaya kota Malang menggosok cat dinding yang tercoret cat semprot tersebut lalu mengolesi dengan plamir dan cat putih pada Jumat (13/8/2021.

Kegiatan akan berlanjut pada hari ini, Sabtu (21/8/2021), Forum Satus Repes untuk Heritage Kota Malang ini akan melakukan penggalangan dana diperuntukkan untuk merehabilitasi situs cagar budaya yang menjadi objek vandalisme.

“Kami akan menempatkan kotak-kotak donasi sukarela/jimpitan yang diambil setiap waktu secara berkala di pertokoan/perkantoran kawasan koridor Kayutangan/Jalan Basuki Rahmad dan Jalan Ahmad Yani kota Malang,” kata Iwan.

Aktivis pecinta heritage melakukan aksi nyata pelestarian cagar budaya (foto: Tri Iwan untuk satukanal.com)

Hasil donasi sukarela/pengumpulan jimpitan, lanjut dia, akan diinfokan secara terbuka ke publik dan media sosial agar akuntabilitas kegiatan terkontrol dengan baik dan benar.

Baca Juga :  Hadirkan WCC Dian Mutiara, Setda Kota Malang Gelar FGD Bahas Kesetaraan Gender 2021

Menurut Iwan, hasil dari donasi sukarela/pengumpulan jimpitan dialokasikan untuk pembelian material cat, kuas dan lain-lain. Perangkat itu akan digunakan sebagai pembersihan cat-cat vandalisme di sepanjang koridor Kayutangan, Jalan Basuki Rahmad dan Jalan Ahmad Yani yang sebelumnya mendapatkan ijin dari pemilik bangunan, sekaligus kampanye cinta heritage.

“Gerakan ini diharapkan bisa menjadi bola salju dan embrio kepedulian siapapun itu fungsinya di masyarakat apalagi di pemerintahan/Pemda yang mempunyai otoritas kepentingan khususnya di kota Malang. Karena tujuan kita menciptakan “sedikit” saja atau “lebih dari sedikit” kepedulian terhadap buah karya berupa warisan heritage,” ujar Iwan.

Di koridor Kayutangan, terdapat 22 bangunan heritage peninggalan kolonial Belanda yang dilestarikan. Sebagian masih berfungsi sebagai hunian sekaligus tempat usaha. Struktur cagar budaya yang dibangun sejak 1870 hingga 1920, masih berdiri kokoh hasil upaya konservasi.

Pewarta : Danu Sukendro

Kanal Terkait