Launching Upaya Penanganan Covid-19, Bupati Kediri Sebut BOR Turun 58 Persen - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Launching Upaya Penanganan Covid-19, Bupati Kediri Sebut BOR Turun 58 Persen
Bupati Kediri saat launching berbagai Upaya Penanganan Covid-19 (Foto: Anis Firmansah/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Launching Upaya Penanganan Covid-19, Bupati Kediri Sebut BOR Turun 58 Persen

Satukanal.com, Kediri – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melaunching berbagai upaya penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Kediri.

Diantaranya upaya pengembangan layanan isolasi, Program Telemedicine dan persalinan ibu hamil Covid-19 di sejumlah 33 Puskesmas Kabupaten Kediri. Ada pula, para relawan penanganan Covid-19 serta peresmian gedung pavilion VVIP di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simpang Lima Gumul (SLG).

“Paviliun VVIP ini menjadi gedung khusus penanganan pasien Covid,” kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, saat launching di gedung pavilion VVIP SLG, Rabu (25/8/2021).

Dia mengungkapkan upaya penanganan pasien Covid-19 termasuk menjadi prioritas bagi Pemkab Kediri. Sebab, sangat berpengaruh untuk menurunkan tingkat Bed Occupancy Ratio (BOR) tempat tidur Rumah Sakit (RS).

Baca Juga :  Mulai 2022, BPJS Kesehatan Terapkan Kelas Standar

Terbukti dengan prioritas penanganan tersebut, Kabupaten Kediri saat ini mampu menekan angka BOR hingga 58 persen. Dimana kondisi sebelumnya, pernah mencapai angka BOR 116 persen.

Selain melaunching gedung Paviliun VVIP,  Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Bup juga melaunching program Telemedichine. Sebanyak 87 dokter di Kabupaten Kediri akan mendampingi masyarakat yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) Covid-19.

Program pendampingan tersebut merupakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Kediri, Ikatan Dokter Indonesia, serta 27 Apotek yang tersebar di 26 Kecamatan. “Jadi warga yang isolasi mandiri bisa menghubungi dokter pendamping, kemudian tinggal menebus obat di 27 Apotek tersebut,” terang Mas Bup.

Baca Juga :  Komodo Masuk Daftar Merah Hewan Terancam Punah

Saat momentum launching tersebut, Mas Bup berharap bagi masyarakat yang dirasa tidak sanggup melakukan isolasi mandiri (Isoman), segera melapor kepada Perangkat Desa maupun Keccamatan untuk segera bergeser ke Isolasi Terpadu (Isoter).

Pihaknya akan memberikan bantuan kepada keluarga yang kepala keluarganya menjalani isolasi di Isoter, “Saya sudah minta kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial untuk bekerja sama. Jadi Kalau Kepala Keluarganya menjalani isolasi di Isoter, kita berikan bantuan khusus untuk keluarga yang berada di rumah,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Adinda

    Kanal Terkait