Lampu Hijau Vaksinasi Anak, Dinkes Jombang Tunggu Instruksi Menteri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Lampu Hijau Vaksinasi Anak, Dinkes Jombang Tunggu Instruksi Menteri
Vaksinasi santri di Jombang (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Lampu Hijau Vaksinasi Anak, Dinkes Jombang Tunggu Instruksi Menteri

Satukanal.com, Jombang – Vaksinasi Covid-19 khusus anak sudah mendapat lampu hijau. Meski begitu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk teknis selanjutnya.

Diketahui, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) telah memberikan otorisasi izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 buatan Sinovac kepada anak dengan rentang usia 6-11 tahun. Persetujuan perluasan indikasi ini diperoleh setelah dilakukan pembahasan dan pengkajian bersama Tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Covid-19 terhadap aspek khasiat dan keamanannya.

Kepala Dinkes Jombang mengatakan, hal tersebut sudah ia ketahui. Langkah selanjutnya ialah menunggu instruksi dari Kemenkes untuk memastikan kapan pelaksanaan vaksinasi anak bisa dilakukan di daerah.

“Menunggu instruksi dari Kemenkes kapan pelaksanaannya. Jenis vaksinnya Sinovac,” ucapnya pada Rabu (3/11/2021).

Selain menunggu instruksi pemerintah, tiap daerah nantinya juga akan menyesuaikan dengan jumlah stok serta teknis dari pemerintah pusat. Sehingga, ketika jadwal pelaksanaan sudah siap maka di daerah sudah punya persiapan.

Sembari menunggu instruksi dari pusat, saat ini Dinkes Jombang fokus untuk melakukan vaksinasi door to door dengan target lansia. “Target mencapai vaksinasi 60 persen, sekarang masih terus dilakukan vaksinasi untuk lansia,” katanya.

Baca Juga :  Sambut Kapolres Baru, Bupati Jombang: Anggap Rumah Sendiri

Sejauh ini, untuk dosis vaksinasi di Kabupaten Jombang sendiri, dikatakannya sudah mencapai 77.780 dosis dari tiga jenis vaksin yang dipakai yakni Sinovac, AstraZeneca dan Moderna. Sedangkan, untuk persentase vaksinasi lansia di Kota Santri, sudah mencapai 57,9 persen dari 21 kecamatan di seluruh wilayah kabupaten.

Sebagai informasi, dilansir dari VOAIndonesia.com, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmidzi menyambut baik pemberian EUA vaksin Sinovac untuk digunakan pada usia anak di bawah 12 tahun.

Namun, saat ini pemerintah masih memprioritaskan agar target vaksinasi awal kepada 208 juta penduduk tercapai terlebih dahulu. Mengingat, tingkat risiko keparahan dan kematian pada rentang usia dewasa muda atau 30 tahun ke atas lebih tinggi dibandingkan dengan anak usia 6-12 tahun tersebut.

Nadia menjelaskan, pemerintah menargetkan untuk memvaksinasi masyarakat hingga 85 persen dari target untuk dosis pertama, dan 60 persen dari target untuk dosis lengkap pada akhir tahun ini.

Baca Juga :  Vaksinasi Siswa Usia 6-12 Tahun Segera Dilakukan, Disdikbud Harap Orang Tua Setuju

“Ini tentunya, jumlah vaksin yang akan kita suntikan kurang lebih mencapai 300 juta dosis, ini yang menjadi target kita di akhir tahun dengan sasaran 208 juta orang sasaran, ini yang menjadi target prioritas kita. Paling lambat untuk pelaksanaan vaksinasi pada anak 6-11 tahun itu kita perkirakan mungkin sekitar awal Januari (2022) (paling lambat),” ungkapnya.

Adapun target sasaran untuk anak di bawah usia 12 tahun ini diperkirakan mencapai 25,5 juta-27 juta anak, dengan estimasi kebutuhan stok tambahan vaksinasi hingga 28 juta dari vaksin yang sebelumnya sudah dipesan oleh pemerintah.

“Tetap dua kali penyuntikan, tapi kalau kemarin dosisnya 0,5 ml, sekarang mungkin (untuk anak) 0,2 ml atau 0,3 ml,” tuturnya.

Selain itu, pelaksanaan vaksinasi pada kalangan anak-anak tersebut juga tergantung kepada ketersediaan stok vaksin dari Sinovac itu sendiri. Pemerintah saat ini sedang menjajaki untuk melakukan kembali pembelian stok vaksin untuk digunakan kepada anak di bawah usia 12 tahun tersebut.

 

 

Pewarta : Anggit Puji
Editor : Adinda

    Kanal Terkait