Ladang Bunga Matahari, Tujuan baru Swafoto dengan Hasil yang Istagenic di Mojokerto - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
89EE090B-7C20-446C-9EE0-7A7DF123714C-e40072a5
Kebun bunga matahari di Mojokerto (Foto: Hermansyah/satukanal)
BERITA Kanal Feature

Ladang Bunga Matahari, Tujuan baru Swafoto dengan Hasil yang Istagenic di Mojokerto

Satukanal.com, Mojokerto – Siapa sih yang tidak suka dengan bunga matahari? Bunga besar berwarna kuning ini membuat suasana jadi tampak ceria. Tidak heran, kini berfoto dengan latar bunga matahari kian mewarnai timeline media sosial. 

Jika anda adalah salah satu orang yang juga ingin berburu taman bunga matahari, tenang saja. Kini terdapat ladang bunga matahari yang bisa kamu kunjungi saat berada di Mojokero. 

Ladang bunga matahari itu berada di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Tempat ini memang jauh dari pusat kota. Namun, menyuguhkan suasana pedesaan yang asri nan menawan. Dihimpit dengan area persawahan. 

Bagi anda yang suka berswa foto, taman bunga matahari menjadi rekomendasi tempat berselfie yang menghasilkan foto instagenic. Hanya saja, para pengujung tidak diperkanankan masuk ladang tersebut. Pengujung diperkenankan menikmati indahnya hamparan bunga matahari dan berforo dari luar pagar. 

Lahan seluas 7000 meter persegi itu merupakan milik seorang dosen yang merupakan warga desa setempat, Budi Utami. 

Taman tersebut juga sempat viral di berbagai akun media sosial sepekan yang lalu hingga akhirnya menyedot banyak pengunjung, baik dari Mojokerto maupun luar Kota. 

Untuk mengantisipasi terjadinya kerumanan dan menghambat arus lalu lintas jalan perkampungan, Kepala Desa Tempuran, Slamet mengerahkan karang taruna desa membuat parkir bagi para pengunjung. 

“Kita menggerakkan karang taruna desa untuk membuat parkiran atau yang lainnya supaya ada penataan,” katanya, Sabtu (18/9/2021). 

Karang taruna desa mematok tarif parkir sebesar Rp 2 ribu untuk sepeda motor dan Rp 5 ribu untuk mobil. 

Slamet tidak melarang warga dari berbgai daerah mengujungi tempat tersebut, asalkan tetap mematuhi protokol kesahatan karena masih dalam situasi Pandemi Covid-19 dan PPKM. 

“Kita membatasi pengunjungnya, makanya koya gerakkan karang taruna untuk mengatur. Kita batasi buka mulai pukul 07.00 sampai 17.00 WIB,” jelasnya. 

pengujung asal Sidoarjo, Tomi mengatakan, awal mula mengetahui tempat itu dari media sosial. Kemudian, ia ingin bertandang ke lokasi dengan mengajak sanak keluarganya. 

“Saya tahu dari instagram dan story WhatsApp-nya teman-teman. Terus saya tanya lokasinya dimana,” ujarnya. 

Mulanya ia mengira lokasinya berada di dataran tinggi pegunungan. Namun ternyata perkiraannya salah, lokasinya berada dataran rendah dan pedasaan. 

“Saya kira di dataran tinggi awalnya, ternyata tidak. Ya sudah saya akak keluarag ke lokasi. Ternyata tempat bagus, meski tidak diperkenankan masuk,” ungkap Tomi. 

 

Baca Juga :  Pemkab Mojokerto Berencana Beri Sanksi Bagi yang Tidak Mau Vaksin

Pewarta: Hermansyah 
Editor: Ubaidhillah 

    Kanal Terkait