KWJ Si Pionir Kampung Tematik - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
KWJ Si Pionir Kampung Tematik
Kampung warna-warni Jodipan (Foto: Chosa Setya/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Pesona

KWJ Si Pionir Kampung Tematik

Satukanal.com, Malang Siapa yang tidak mengenal Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ)? Wisata berbasis kampung yang berlokasi di Kelurahan Jodipan ini telah menjadi ikon wisata baru di Kota Malang. Lantas bagaimana kisah perkampungan yang sempat dianggap kumuh ini bisa disulap menjadi wisata?

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) KWJ Soniparin mengisahkan, mulanya tidak ada niatan bagi warganya untuk menjadikan kampung tempat mereka tinggal sebagai area wisata.

Perjalan dimulai pada tahun 2016 ketika sejumlah mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kawasan Jodipan. Mengubah kesan kumuh menjadi enak dipandang inilah tujuan awalnya. Terlebih lokasi KWJ sendiri berada di bantaran Sungai Brantas.

“Jadi ada dari UMM itu ada KKN disini. Tujuannya cuma mau membersihkan saja. Mereka ngecat kampung jadi warna warni gitu. Waktu itu bahkan belum sepenuhnya jadi sudah banyak pengunjung,” ujar Soniparin.

Pria parubaya itu menuturkan, sempat terjadi perdebatan soal dijadikannya wisata lingkungan tersebut, terlebih lokasi KWJ yang berada di area Daerah Aliran Sungai (DAS).

Baca Juga :  Beri Trauma Healing, Semangati Tiga Anak Isoman Tanpa Orang Tua

Namun usai mendapat kunjungan dari Walikota yang menjabat saat itu yakni, Mohammad Anton, KWJ akhirnya diresmikan pada 10 Oktober 2016. Hingga kini nama KWJ masih dikenal hingga mancanegara sebagai salah satu jujukan wisata dalam Kota Malang.

“Kemudian kita didukung juga oleh Indana Paint untuk pengecatan. Jadi setiap 6 bulan sekali kami disuplay cat untuk maintenancenya,” imbuhnya.

KWJ merupakan salah satu dari 20 kampung tematik di Kota Malang. Spot foto yang beragam menjadi andalan KWJ. Tidak heran jika sebelum pandemi melanda pengunjung KWJ bisa menembus 1.000 orang di akhir pekan.

Hampir tiap sudut KWJ bisa dijadikan sebagai spot swafoto. Mulai dari gang pintu masuk kampung, wisatawan disambut dengan mural berlatar tembok berwarna. Karena berada di bantaran sungai, wisatawan dihadapkan jalan menurun.

Baca Juga :  Tujuh Tata Cara Mencuci Baju untuk Kamu yang Isoman

Tak luput dari cat, jalan setapak tangga juga berwarna-warni indahnya. Payung, caping, dan benda estetik lain digantung sepanjang jalan. Dari sini, wisatawan selalu menghidupkan kamera. Berswafoto menjadi kegiatan andalan di KWJ.

Untuk menikmati berbagai spot foto di KWJ pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar 5000 rupiah saja. Dengan harga itu pengujung sudah bisa mengakses seluruh spot dan berhak mendapatkan satu stiker khas KWJ.

“Hasil dari penjualan tiket itu sepenuhnya untuk operasional. Kita ada kurang lebih 8 pegawai yang bertugas untuk menjaga tiket ya gajinya diambil dari situ,” terangnya.

Namun sayangnya, kondisi pandemi saat ini membuat kondisi KJW terpuruk. Bahkan event yang sempat diadakan bulan September tahun lalu tidak mampu menjadi penolong. Soniparin berharap, pandemi segera berakhir hingga KWJ kembali bangkit.

 

 

Pewarta: Chosa Setya Ayu Widodo
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait