Kuliner Jadah 'Burger Deso Ala Keraton' Produksi Warga Semampir, Kota Kediri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kuliner Jadah 'Burger Deso Ala Keraton' Produksi Warga Semampir, Kota Kediri
BERITA HIGHLIGHT KANAL VIRAL

Kuliner Jadah ‘Burger Deso Ala Keraton’ Produksi Warga Semampir, Kota Kediri

SATUKANAL.com, KEDIRI – Perpaduan gurih dan lezat makanan Jadah-Tempe, dikenal sebagai kuliner khas Sleman, Yogyakarta. Dari ide tersebut, Indah Setyaningsih (34) berinisiatif melakukan produksi penjualan di Kota Kediri.

Terletak di rumahnya, Kelurahan Semampir Gang III, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Dirinya melakukan produksi skala rumahan dibantu oleh suami dan kedua anak. Sekaligus, hal ini menjadi peluang usaha baru yang ditekuni oleh Setyaningsih.

“Jadi orang bilang Burger Deso. Jadahnya di atas, bagian tengah dikasih tempe, bawahnya lagi jadah. Fokus dipengerjaan jadah sudah 3 bulan,” ungkap Setyaningsih ke Satukanal.com, Sabtu (6/2/2021).

Meskipun tehitung waktu masih 3 bulan, dirinya mengaku mendapat respon yang luar biasa dari masyarakat. Terutama pada penjualan melalui media online Facebook. Pembeli datang dari berbagai wilayah karisidenan Kediri, sampai luar kota seperti Surabaya.

Baca Juga :  Liga Pra Musim Kemenpora, Persik Kediri Belum Menerima Surat Resmi PT LIB

Dalam setiap produksi, Setyaningsih mampu menghabiskan beras ketan sebagai bahan dasar, sebanyak 3 kilogram per hari. Selanjutnya, pengemasan dilakukan dengan cara mengunakan anyaman bambu ‘besek’ tradisional.

“Penjualan minimal 20 besek per hari. Kemarin dari Dinas Pekerjaan Umum sebanyak 17 besek. Untuk hari Rabu besok ada pesanan 21 besek. Per besek dijual 20.000, berisi 5 biji. Kalau yang jadah original kita jual 18 ribu,” terangnya.

Mayoritas pemesanan, bertujuan untuk menjamu sebuah pertemuan. Dan beberapa lainnya untuk konsumsi sarapan pagi di perkantoran. Dalam upaya menggapai konsumen, dirnya menerapkan sistem antar sampai lokasi pemesanan.

Selain Jadah Tempe, Setyaningsih juga mmbuat 5 variasi produk penjualan lain seperti jadah bakar madu, jadah bakar serundeng, jadah original, jadah bakar, dan jadah tape ketan. Perkembangan penjualan semakin bagus, setelah bergabung di komunitas UMKM.

Baca Juga :  Edukasi Masyarakat Bahwa Vaksin Tidak Bahaya, Puskesmas Balowerti Lakukan Vaksinasi Dengan Kostum Unik

“Kalau jadah srondeng, lapisannya mirip kayak jadah tempe bacem. Jadah tape ketan, yakni jadah dicolek ketan tape. Juga ada sate jadah, dikasih bumbu sambel kecap, dengan irisan jadah dan tempe bacem berbentuk irisan kotak-kotak,” imbuhnya.

Di masa pandemi, dirinya bersyukur dapat membantu peningkatan omset penjualan. Rencana kedepan, berharap bisa membuka lapak outlet jadah tempe produksi Setyaningsih.

“Pandemi luar biasa, bersyukur penjualan on-line saya ramai. Rencana kedepan pengen buka lapak stand,” pungkasnya.

 

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait