Kuliah Tatap Muka 2021, Simak Aturannya | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kuliah Tatap Muka 2021, Simak Aturannya
BERITA COVID-19 HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Kuliah Tatap Muka 2021, Simak Aturannya

SATUKANAL.com, NASIONAL– Kemendikbud memberikan izin untuk melakukan kuliah tatap muka pada tahun 2021. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pembelajaran di tahun 2021.

SKB Nomor 04/KB/2020, Nomor 737 Tahun 2020, Nomor HK.01.08/Menkes/7093/2020, dan Nomor 402-3987 Tahun 2020 tersebut membahas tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Coronavirus Disase 2019 (Covid-19).

Sedangka untuk keputusan terkait pembukaan sekolah dapat dimulai awal 2021 dan diserahkan langsung ke Pemerintah daerah (Pemda).

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi kemendikbud, Nizam mengatakan kebijakan ini hanya mengizinkan penyelenggaran kuliah tatap muka serta kegiatan akademik lainnya yang berbentuk pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa pembelajaran pada Januari 2021 dapat dilakukan secara campuran atau hybrid yaitu tatap muka dan dalam jaringan. Dan tentunya harus memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga kampus yang meliputi mahasiswa, dosen, tenaga pendidik serta masyarakat sekitar kampus.

Baca Juga :  Waspada! BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan di Indonesia, Januari-Februari 2021

Untuk dapat melakukan kuliah tatap muka, perguruan tinggi juga wajib memnuhi sejumlah persiapan, diantaranya yaitu:

  1. Perguruan tinggi harus mendapatkan rekomendasi atau berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota setempat melalui satuan tugas penanganan Covid-19.
  2. Perguruan tinggi hanya diperbolehkan menyelenggarakan kegiatan kurikuler melalui pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
  3. Perguruan tinggi menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran campuran (hybrid learning) bagi mahasiswa yang belajar secara daring dan dosen yang mengajar secara daring.
  4. Perguruan tinggi telah siap menerapkan protokol kesehatan sebagaimana ditetapkan dalam SKB da Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019.
  5. Perguruan Tinggi membentuk satuan tugas penanganan Covid-19 di perguruan tinggi untuk menyusun dan menerapkan standar operasional prosedur protokol kesehatan.
  6. Pemimpin perguruan tinggi menerbitkan pedoman pembelajaran, wisuda, maupun kegiatan lainnya bagi sivitas akademika dan tenaga kependidikan di lingkungan perguruan tinggi.
Baca Juga :  Heboh Patung Merlion Di Madiun, Begini Reaksi Warganet

 

Selain syarat-syarat diatas yang harus dipenuhi olej perguruan tnggi, sivitas akademika yang meliputi mahasiswa dan dosen serta tenaga kependidikan juga harus memenuhi sejumlah syarat agar bisa melakukan aktivitas di kampus yaitu:

  1. Dalam keadaan sehat.
  2. Dapat mengelola dan mengontrol bagi yang memiliki penyakit penyerta (comorbid).
  3. Khusus mahasiswa yang berusia di bawah 21 tahun harus mendapatkan persetujuan dari orangtua atau pihak yang menanggungnya.
  4. Bagi mahasiswa yang tidak bersedia melakukan pembelajaran tatap muka dapat memilih pembelajaran secara daring.
  5. Mahasiswa dari luar daerah atau luar negeri wajib memastikan diri dalam keadaan sehat, melakukan karantina mandiri selama 14 hari atau melakukan tes usap atau sesuai peraturan/protokol yang berlaku di daerah.

 

 

 

Pewarta: Adinda A.I.U.
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait