Kualitas Pakan Menurun, Produsen Susu Tuntut Kenaikan Harga - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kualitas Pakan Menurun, Produsen Susu Tuntut Kenaikan Harga
Peternakan sapi perah di Dusun Dresel, Desa Oro Oro Ombo, Kecamatan Batu (Foto: Yulsa Zenna/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Kualitas Pakan Menurun, Produsen Susu Tuntut Kenaikan Harga

Satukanal.com, Batu – Beberapa bulan lalu, produksi susu Kota Batu sempat terganggu. Alasannya, lantaran musim hujan yang menyebabkan kualitas pakan menurun.

Salah satu contoh sentra peternakan sapi perah yang berada di Dusun Dresel, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu yang memiliki total 105 anggota kelompok peternak sapi.

“Alhamdulilah tidak ada kendala selama pandemi ini, permintaan dan harga susu terbilang stabil-stabil saja. Malah penduduk minta koperasi menaikan harganya, karena harga konsentrat lagi naik,” ucap Ketua Kelompok Petani Sapi Perah, Ngatmuji.

Laki-laki yang besar di Kota Batu itu menjelaskan, mayoritas penduduk di daerah ini memang bermata pencaharian sebagai peternak. Ia memastikan hampir seluruh warga sudah terdaftar sebagai anggota Koperasi Unit Desa (KUD).

Baca Juga :  Pokdarwis Kampung Gribig Religi Lestarikan Tradisi Bubur Sapar

Pria yang berusia 38 tahun ini pun telah menjadi peternak sejak 15 tahun lalu. Ia mengantarkan lebih dari 200 liter susu setiap harinya ke koperasi. Untuk sekarang, susu dihargai Rp 5,494/liter. Pembayaran yang diterimanya dari koperasi yakni setiap sepuluh hari sekali.

Sedangkan, untuk pemerahan dijadwalkan sebanyak dua kali dalam sehari yakni pada pagi dan sore hari. Pakan yang diberikan juga tidak ribet, hanya rumput gajah yang telah diberi campuran konsentrat agar produksi susu lebih berkualitas dan melimpah.

Baca Juga :  Gempa Bumi 3.0 SR di Mojokerto, Warga Rasakan Getaran

Hingga saat ini, Ngatmuji memiliki kandang yang menampung total 36 ekor sapi. Keseluruhan hewan yang ada di sini dirawat dan dibesarkan langsung oleh para penduduk sekitar. Rata-rata, sapi siap diperah ketika menginjak usia 2 tahun dan harus pernah melahirkan.

Sapi betina dapat memproduksi susu sampai usia 15 tahun, jika kondisinya baik dan sehat. Namun, seiring perkembangan pembangunan di desa, banyak lahan yang habis dijadikan perumahan. Imbasnya, lokasi kandang sapi pun berkurang.

“Saya harap harga susu melonjak, agar dapat bertahan. Kalau tidak menjadi peternak mau jadi apa,” harapnya.

 

 

Pewarta : Yulsa Zenna
Editor : Wildan, Adinda

    Kanal Terkait