KUA Rilis Aturan Terbaru Tentang Biaya dan Syarat Nikah 2021, Simak! - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
KUA Rilis Aturan Terbaru Tentang Biaya dan Syarat Nikah 2021, Simak!
BERITA HIGHLIGHT

KUA Rilis Aturan Terbaru Tentang Biaya dan Syarat Nikah 2021, Simak!

Satukanal.com, Nasional – Pada tahun 2021 ini, Kantor Urusan Agama (KUA) rilis aturan terbaru mengenai biaya dan syarat nikah. Bagi pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan, syarat nikah harus dipersiapkan sejak jauh hari.

Hal tersebut dikarenakan dokumen persyaratan nikah terbilang cukup banyak. Aturan mengenai prosedur dan syarat nikah di KUA sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 48 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2004 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Agama (Depag).

Perlu diketahui bahwa, biaya nikah di KUA sebenarnya gratis atau tidak dipungut biaya sama sekali. Namun, agar tak dipungut biaya, prosesi pernikahan dilakukan di kantor KUA dan dilakukan saat jam kerja operasional dari hari Senin sampai dengan Jumat.

Apabila prosesi akad nikah dilakukan di luar kantor KUA, biaya nikah yang ditetapkan negara yakni sebesar Rp 600.000. Biaya tersebut masuk ke kas negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kementerian Agama.

Jika ingin melakukan pendaftaran pernikahan di KUA, sebaiknya didaftarkan paling lambat 10 hari sebelum tanggal nikah. Apabila kurang dari 10 hari kerja, maka KUA biasanya akan meminta calon mempelai untuk menyertakan surat dispensasi yang dikeluarkan kantor kecamatan. Sementara itu, berikut adalah beberapa prosedur dan dokumen syarat nikah. Simak selengkapnya.

Prosedur dan alur menikah :

  • Mendatangi ketua RT untuk mengurus surat pengantar ke kelurahan atau kantor desa
  • Mendatangi kelurahan untuk mengurus surat pengantar nikah ke KUA
  • Jika pernikahan kurang dari 10 hari kerja dari waktu pendaftaran, harus minta dispensasi dari kecamatan
  • Datang ke KUA dan membayar biaya akad nikah jika lokasinya di luar KUA dan di luar jam kerja KUA
  • Menyerahkan seluruh dokumen ke petugas KUA.
  • Pembayaran dilakukan via bank ke kas negara Menyerahkan bukti pembayaran ke KUA
  • Mendatangi KUA tempat akad nikah untuk melakukan pemeriksaan surat-surat dan data calon pengantin serta wali nikah
  • Menentukan akad nikah sesuai dengan tempat dan waktu yang telah disetujui.
  • Jika menikah di kantor KUA, bisa dilakukan saat itu juga atau hari lain yang sudah ditentukan.
Baca Juga :  Waspadai Masker Medis Palsu, Begini Cara Mengeceknya

Dokumen persyaratan menikah calon mempelai pria :

  • Surat keterangan untuk nikah (model N1)
  • Surat keterangan asal-usul (model N2)
  • Surat persetujuan mempelai (model N3)
  • Surat keterangan tentang orang tua (model N4)
  • Surat Kematian Istri (N6) bagi duda yang istri meninggal dunia
  • Akta Cerai dari Pengadilan Agama bagi duda cerai
  • Surat pemberitahuan kehendak nikah (model N7) apabila calon pengantin berhalangan, pemberitahuan nikah dapat dilakukan oleh wali atau wakilnya.
  • Fotocopy KTP
  • Akta kelahiran
  • Kartu keluarga
  • Pas foto ukuran 3×2 sebanyak 5 lembar jika calon istri berbeda daerah (latar belakang biru)
  • Pas foto ukuran 3×2 sebanyak 3 lembar jika calon istri dari daerah yang sama (latar belakang biru)
  • Dispensasi Pengadilan Agama apabila usia kurang dari 19 tahun
  • Dispensasi Camat apabila kurang dari 10 hari
  • Surat izin atasan bagi anggota TNI/Polri
  • Surat keterangan KUA sesuai KTP jika lokasi akad nikah di tempat istri yang berbeda kecamatan
  • Surat izin Pengadilan bagi suami yang hendak beristri lebih dari seorang (poligami)
  • Surat rekomendasi dari KUA sesuai KTP jika calon istri berbeda alamat domisili.

Dokumen persyaratan menikah calon mempelai wanita :

  • Surat keterangan untuk nikah (model N1)
  • Surat keterangan asal-usul (model N2)
  • Surat persetujuan mempelai (model N3)
  • Surat keterangan tentang orang tua (model N4)
  • Surat Kematian suami (N6) bagi janda yang suaminya meninggal dunia
  • Surat pemberitahuan kehendak nikah (model N7) apabila calon pengantin berhalangan, pemberitahuan nikah dapat dilakukan oleh wali atau wakilnya.
  • Surat tes kesehatan dari Puskesmas setempat dan bukti imunisasi
  • Fotocopy KTP
  • Fotocopy akta kelahiran
  • Fotocopy kartu keluarga
  • Pas foto ukuran 2×3 sebanyak 5 lembar
  • Akta Cerai dari Pengadilan Agama bagi janda cerai
  • Dispensasi Pengadilan Agama apabila usia kurang dari 19 tahun
  • Dispensasi Camat apabila kurang dari 10 hari
  • Surat izin atasan bagi anggota TNI/Polri
Baca Juga :  Polri Tetapkan Jozeph Paul Zhang Sebagai Tersangka

Sebagai informasi, Menikah di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini tentunya harus dilakukan dengan cara yang berbeda dari yang biasa. Terdapat prosedur yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama untuk ditaati agar mencegah penyebaran Covid-19.

Tata cara menikah di tengah Covid-19 sesuai dengan Surat Edaran tentang Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Nikah pada Masa Pandemi Covid-19 pada 10 Juni 2020.

Apabila melakukan akad nikah di KUA, tetap mematuhi protokol kesehatan dan mengurangi kontak fisik sebisa mungkin dengan petugas KUA. Jika akad nikah dilakukan di rumah maupun kantor KUA hanya boleh terdiri maksimal 10 orang.

Namun, jika akad dilakukan di masjid atau gedung petemuan, maksimal yang hadir 20 persen dari kapasitas ruangan di mana paling banyak hanya diperbolehkan 30 orang. Lalu, gunakan selalu masker dan sediakan hand sanitizer baik itu untuk kedua mempelai atau siapapun yang hadir.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska 
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait