KSM Lahar Pang Kabupaten Kediri, Lakukan Pemberdayaan Petani Kopi di Lereng Gunung Kelud | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
KSM Lahar Pang Kabupaten Kediri, Lakukan Pemberdayaan Petani Kopi di Lereng Gunung Kelud
BERITA EKONOMI HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

KSM Lahar Pang Kabupaten Kediri, Lakukan Pemberdayaan Petani Kopi di Lereng Gunung Kelud

SATUKANAL.com, KEDIRI –  Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Lamor Kelud Sejahtera Lahar Pang, menginisiasi pemberdayaan para petani kopi di wilayah Lereng Gunung Kelud, Dusun Lahar Pang, Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.

Pemberdayaan dilakukan untuk menciptakan produk unggulan Desa, serta meningkatkan kesejahteraan para petani kopi di lereng Gunung Kelud.

“Dan alhamdulillah, memang kelompok (KSM) menampung kopi dari petani kopi dengan harga di atas tengkulak. Sambil bertahap, memberi edukasi dan motivasi kepada para petani,” kata Ketua KSM Lamour Kelud Sejahtera Lahar Pang, Dhopit, kepada Satukanal.com, Selasa (10/11/2020).

Beberapa edukasi yang dilakukan kepada para petani di antaranya yakni pada proses pemetikan buah kopi, harus  telah berwarna merah. Disebutkan, agar mempunyai rasa yang lebih khas.

Baca Juga :  Calon Bupati Kediri, Gelar Diskusi Desa Inovasi Tanaman Organik

Selanjutnya, ia juga mengungkapkan berusaha memaksimalkan potensi yang ada, dari petani hingga proses pengolahan kopi. Jumlah petani, disebutkan ada sebanyak 35 petani di Dusun Lahar Pang. Potensi tersebut masih bisa sangat berkembang, dengan masih banyaknya petani kopi di keseluruhan Desa.

“Alhamdulilah, penjualan hampir di seluruh penjuru Nusantara. Bahkan ke luar negeri pernah, cuma tidak melalui ekspor impor. Pengiriman terakhir kemarin kirim ke Cilacap, Bali,dan Klaten,” terangnya.

Produk kopi yang diberi merek dagang Kopi Lahar Pang ini, dijual seharga 22.500 rupiah per Poch, dengan varian Robusta, Liberika, dan Luwak dengan berat 250 gram.

Baca Juga :  Puluhan Disabilitas Mengikuti Pelatihan Aksesoris Dinsos Kabupaten Kediri

“Kalau saya bandingkan dengan kopi Dampit, karakter kopi lebih kental disini. Bedanya perkebunan kopi ini tumbuh di atas abu vulaknik Aktif Gunung Kelud, mempunyai citra rasa tersendiri,” ucapnya.

Seiring berjalannya waktu, pandemi Covid-19 mempengaruhi juga terkait omset penjualan untuk produk Kopi Lahar Pang.

“Di masa pandemi mengalami omset penjualan sebanyak 1,5 kwintal bubuk kopi, dan dikemas kurang lebih sebanyak 600 poch. Yakni sebesar sekitar 10 sampai 15 juta per bulan, mengalami penurunan dibanding sebelum pandemi,” pungkasnya.

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait