KPK RI Wilayah VI Jatim Apresiasi Pemkab Kediri Dalam Monev MCP Tahun 2020 | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
KPK RI Wilayah VI Jatim Apresiasi Pemkab Kediri Dalam Monev MCP Tahun 2020
Monitoring dan Evaluasi Monitoring Center For Prevention (MCP)
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

KPK RI Wilayah VI Jatim Apresiasi Pemkab Kediri Dalam Monev MCP Tahun 2020

SATUKANAL.com, KEDIRIKomisi Pemberantasan Korupsi RI (KPK) wilayah VI Jawa Timur menyampaikan apresiasi luar biasa pada acara Monitoring dan Evaluasi Monitoring Center For Prevention (MCP) yang diadakan Pemerintah Kabupaten Kediri Tahun 2020. Pada acara tersebut juga dihadiri Bupati Kabupaten Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno, beserta Sekretaris Daerah Dede Sujana serta Kepala Organisasi Pemerintah Daerah.

Bupati Kediri menyampaikan sambutannya terkait latarbelakang pelaksanaan Monitoring Center for Prevention (MCP) yakni adanya keinginan membangun kerangka kerja yang dapat digunakan untuk memahami adanya tindakan yang mengarah pada korupsi. Diadakannya MCP ini berguna untuk memberikan arah dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di wilayah Kabupaten Kediri.

“Pemerintah Kabupaten Kediri terus melakukan update pada aplikasi Monitoring Center for Prevention yang mencakup 8 area intervensi, meskipun pemenuhan target capaian lebih terkonsentrasi pada semester 2 dikarenakan covid-19 pada awal tahun 2020, Per tanggal 18 November 2020 Pemerintah Kabupaten Kediri telah memenuhi 83 dari 103 pertanyaan atau target capaian. Pemerintah Kabupaten Kediri akan memaksimalkan pemenuhan target capaian pada 8 area intervensi yang telah ditetapkan” terangnya.

Pada area intervensi pertama terkait perencanaan dan penganggaran APBD mendapat capaian 84,0%, kedua area intervensi pengadaan barang dan jasa (PJB) dengan nilai capaian 21,6% dan ketiga yakni pelayanan terpadu satu pintu dengan nilai capaian 50, 8%. Dari ketiga target capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri masih akan terus mengupayakan adanya perbaikan di beberapa target seperti tax clearence dan E-signature.

Pada area penyelenggaraan kapabilitas dari Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) mendapat capaian nilai 60,3%, manajemen ASN memperoleh capaian 91,8% dan untuk area intervensi optimalisasi pendapatan daerah sebesar dengan capaian 52,2%. Area intervensi berikutnya adalah manajemen aset daerah dengan nilai capaian 68,0%. Sedangkan area intervensi terakhir adalah tata kelola dana desa dengan nilai capaian saat ini sebesar 68,3%. Penyebab dari rendahnya nilai capaian tersebut dikarenakan poin peningkatan pajak dan penagihan piutang pajak yang belum dapat terlaksana secara optimal. Hal tersebut disebabkan adanya pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Gapoktan Lestari Makmur, Inisiasi Pertanian Modern di Kabupaten Kediri

Pada acara ini juga dilaksanakan serah terima sarana prasarana dan utilitas atau PSU berupa fasilitas umum atau fasilitas sosial perumahan dari 18 developer kepada Pemerintah Kabupaten Kediri. PSU yang diserahkan sebanyak 74 sertifikat berupa tanah dan bangunan dengan nilai total sebesar Rp. 20 Milyar.

Perwakilan pengembang Direktur Utama PT Yura Abadi Sentosa dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Dede Sujana juga melakukan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Aset Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU). Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan berita serah terima aset PSU dari PT. Yura Abadi Sentosa kepada Sekretaris Daerah.

Baca Juga :  Ganjar Pranowo Kunjungi Kediri, Beri Saran Untuk Calon Bupati Kabupaten Kediri

Arief Nurcahyo selaku Koordinator KPK RI wilayah VI Jawa Timur menjelaskan bahwa pihak KPK telah melangsungkan kegiatan monitoring dan evaluasi atas capaian dari beberapa program guna pencegahan korupsi yang terintegrasi pada 8 area yang menjadi bagian dari monev.

Secara garis besar capaian yang telah dilakukan oleh Pemkab Kediri sampai dengan saat ini sebesar 60%. Sementara jika dari skor tersebut dilakukan rangking di JawaTimur maka skor rata-rata 54%. Sehingga Pemkab Kediri sudah melampaui dan berada di atas rata-rata dari beberapa Pemerintah Daerah yang ada di Jawa Timur.

“pada hari ini Pemkab Kediri terdapat penambahan aset senilai 20 Mliyar. Mudah-mudahan kedepan pencatatan dan pengelolaannya bisa lebih baik lagi, yang intinya untuk kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Kediri,” ucapnya.

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait