Kota Malang Mulai Seriusi Radikalisme Di Lingkungan Kampus - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Kota Malang Mulai Seriusi Radikalisme Di Lingkungan Kampus

Satuchannel.com, Kota Malang – Bertempat di Aula Polres Malang Kota pada hari Kamis (27/7), Talk Show Makota Solutions soroti gerakan radikalisme yang mulai tumbuh di lingkungan kampus Kota Malang. Dengan mengangkat tema ‘pemantapan kebangsaan di lingkungan kampus’, beberapa pihak yang hadir berharap radikalisme bisa berkurang di institusi pendidikan tinggi, khususnya di Malang.

Adapun hadir beberapa perwakilan yakni, Wakil Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji, Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan, Komandan KODIM 0833 Kota Malang, Letkol. Inf. Nurul Yaqin, Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Moch. Bisri dan Rektor Universitas Wisnuwardhana (UW), Prof. Dr. Suko Wiyono.

Baca Juga :  Sukses Jadi Kampus Unggul, STIE Malangkucecwara Lolos Berbagai Program Hibah

Dalam talk show itu, Sutiaji menjelaskan, kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memang bukan pada sektor pendidikannya di lingkungan kampus, melainkan lebih pada memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan hidup bagi seluruh warga di Kota Malang.

“Untuk kedepannya, Pemerintah Kota Malang juga akan segera berkoordinasi dan melakukan studi uji publik untuk memutuskan apakah Kota Malang memerlukan peraturan daerah yang mengatur secara detail tentang gerakan radikalisme di lingkungan kampus,” papar Sutiaji.

Sementara itu, Hoiruddin Hasibuan ikut berpendapat terkait isu radikalisme yang ada di kampus-kampus saat ini. Ia menjelaskan, bahwa memang da upaya-upaya dari pihak tertentu yang ingin mengganti dasar negara kita dan merubah NKRI.

Baca Juga :  Peduli IKM dan UKM Terdampak Covid-19, Wabup Serahkan Bantuan Sembako

“Hal itu dapat kita lihat dengan tingginya radikalisme utamanya di kampus-kampus. Sifatnya lebih pada bahwa mereka ingin mendirikan negara khilafah,” jelas Hoiruddin.

Di Kota Malang saja terdapat 63 Perguruan Tinggi baik swasta maupun negeri. Bagi Hoirudin, 450 sampai 500 ribu mahasiswa yang ada bisa menjadi target potensial untuk direkrut menjadi pendukung gerakan negara khilafah.

“Oleh karena itu, mari kita semua mencari solusi agar permasalahan radikalisme yg ada di perguruan tinggi dapat segera terselesaikan supaya keutuhan NKRI tetap terjaga,” tegas Kapolres Malang Kota itu. (GUM)

Kanal Terkait