Kota Malang kembali Zona Orange - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Ketua DPRD Ungkap Kota Malang Belum Terapkan UU Karantina Kesehatan
ilustrasi pasien Covid-19 yang ditangani oleh tenaga medis (Foto: Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Kota Malang kembali Zona Orange

Satukanal.com, Malang – Usai digembar-gemborkan berstatus zona hitam beberapa waktu lalu, kini warga Kota Malang bisa agak bernafas lega. Pasalnya berdasarkan laman https://infocovid19.jatimprov.go.id, kini Kota Malang telah berstatus zona orange.

Walikota Malang Sutiaji menjelaskan, penurunan status kezonaan tersebut belum serta merta menjadikan Kota Malang bebas dari Covid-19. Karena itu, warga Kota Malang tetap diminta patuh menerapkan protokol kesehatan (prokes), terlebih di masa PPKM Darurat ini.

“Bagus. Artinya ada penurunan (terkait zona oranye). Tapi tetap, ayo masih berjalan PPKM Darurat. Tetap patuhi prokes,” imbau Sutiaji.

Upaya-upaya untuk menekan angka kasus Covid-19 juga terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Misalnya, mengoptimalkan pemantauan di setiap kelurahan hingga lingkup RT/RW terkait mobilitas warga hingga menggencarkan vaksinasi Covid-19 dengan berbagai strategi, baik itu di setiap fasilitas kesehatan (faskes) ataupun melalui serbuan vaksinasi di beberapa titik lokasi.

Baca Juga :  Dugaan Pelecehan Seksual di IAIN Kediri, Ditengarai Lebih dari Satu Kasus

“Tetap kita masih berupaya menurunkan mobilitas masyarakat di tingkat RT RW. Itu kami pantau. Vaksinasi juga kami gencarkan terus,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menambahkan, terkait pergerakan penurunan status zona penyebaran Covid-19 di Kota Malang, banyak andil juga dari angka kesembuhan yang meningkat.

Tak tanggung-tanggung angka kesembuhan di Kota Malang mencapai 81 persen. Namun, diakuinya recovery rate terus diupayakan mencapai standar nasional, yakni 90 persen.

Baca Juga :  5 Cara Menjaga Kesehatan Mental Saat Positif Covid-19

Upaya menambah angka kesembuhan itu di antaranya, mengoptimalkan layanan di sejumlah rumah sakit rujukan dan pemantauan kondisi pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Kemudian, menambah bed untuk rumah isolasi atau safe house hingga menggencarkan vaksinasi.

“Banyak cara. Selain menambah bed, kami terus lakukan pengawasan, khususnya untuk pasien yang melakukan isoman di rumah, dengan melibatkan petugas puskesmas dan pejabat setempat. Kasus yang di rumah sakit juga terus dioptimalkan pelayanan agar tertangani dengan baik sehingga yang bergejala berat bisa turun ke sedang, lalu ringan, dan sembuh,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Editor : Ubaidhillah 

    Kanal Terkait