SATUKANAL.COM
Petani di Kota Batu
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN

Impor Produk Hortikultura Bikin Petani di Kota Batu Kelimpungan

SATUKANAL – Sebagai wilayah berbasis agraris, masuknya produk-produk hortikultura impor jadi momok bagi petani. Termasuk di Kota Batu, Jawa Timur.

Para petani pun kelimpungan, para pembeli tak lagi bergantung pada produk lokal. Pasalnya, harga antara buah dan sayur impor relatif bersaing dengan hasil dari petani setempat.

Kegelisahan petani tersebut ditangkap oleh Komisi B DPRD Kota Batu. Dalam waktu dekat, dewan merencanakan hearing atau dengar pendapat dengan Dinas Pertanian Kota Batu.

Legislatif berupaya membuat regulasi yang mengatur masuknya produk hortikultura impor ke Kota Apel. Hal itu dilakukan untuk melindungi produk pertanian di Kota Batu.

Perlindungan produk pertanian itu mulai dari harga, membatasi produk impor, dan sebagainya. Karena itu perlindungan petani harus segera dilakukan lewat kebijakan peraturan daerah (perda), peraturan wali kota (perwali), atau peraturan lainnya.

“Perlindungan produk pertanian ini sangat penting, melihat persaingan produk lokal dan impor berimbas pada petani di Kota Batu. Sehingga perlu ada perda, perwali, atau yang lainnya,” kata anggota Komisi B DPRD Kota Batu, Deddy Irfan Alwani.

Ia menambahkan, anjloknya hasil panen hingga merugi itu salah satu faktornya lantaran produk impor. Sehingga perlu ada aturan pembatasan impor hortikultura.

Selain itu kebijakan tidak hanya membatasi semua sayuran impor dan buah impor. Dengan pembatasan produk hortikultura dari luar, produk petani Kota Batu harus memenuhi kuantitas dan kualitas bagus.

Nantinya dengan perda atau perwali nantinya juga harus memberikan solusi dalam pemasarannya. Contohnya, pemerintah mendorong pengusaha wisata dan hotel menyerap hasil pertanian warga Kota Batu.

“Beberapa komoditi yang bakal diutamakan yaitu apel dan bawang putih. Apel merupakan ikon Kota Batu yang sekarang mulai tergerus dan bawang putih selama ini impor,” tutupnya.

Redaktur: N Ratri

Kanal Terkait