Konsisten Kuah Super Pedas, Meski Keuntungan Berkurang - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
5 Rekomendasi Bakso Berkuah Sadis di Malang
Bakso kuah sadis di Lowokwaru Malang. Terdampak oleh kenaikan harga cabai/foto: Naviska Rahmadani
Kanal Highlight Kanal Lipsus

Konsisten Kuah Super Pedas, Meski Keuntungan Berkurang

Kuliner yang menyatu dengan rasa pedas tentunya terdampak oleh kenaikan harga cabai. Bakso berkuah sadis ini, misalnya.

BUKAN bakso biasa yang sekadar menyediakan sambal sebagai pelengkap. Bagi bakso Gilang Kuah Sadis di Lowokwaru, Kota Malang, pedas menjadi identitas tak terpisahkan. Nama kuah sadis dipilih karena kuahnya yang sangat pedas. Serasa membakar lidah.

Tiap menyendok kuah bakso selalu bertemu cacahan cabai. Rasa lezat yang dicintai pelanggan setianya.

Kuliner ini berbeda dengan masakan lain yang menjadikan pedas sebagai pelengkap. Cabai rawit menjadi bahan utama bakso Gilang Kuah Sadis.

 Diuji oleh mahalnya cabai/foto: Naviska

Karena itu, meroketnya harga cabai sangat dirasakan oleh Yuli, pemilik warung bakso Gilang Kuah Sadis. Per hari, Yuli membutuhkan 20 kg cabai. Jumlah itu sudah menurun dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. “Awalnya sehari 50 kilogram perharinya. Namun, setelah pandemi ini, banyak perguruan tinggi di Malang yang meliburkan mahasiswanya, jadi menurun,” kata Yuli ke satukanal.com.

Baca Juga :  Bukan Cuma Mall, Area Publik Lain Bakal Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi

Awal mula menyediakan menu bakso kuah sadis ini, harga cabai memang sudah relatif mahal, Rp85 ribu/kg, setahun lalu. Didatangkan dari kawasan Karangploso atau Pujon.

Nah, pada awal tahun 2021 harga cabai mulanya Rp 35 ribu/kg, melonjak Rp120 ribu/kg pada pertengahan Maret 2021. Dengan kondisi ini, usaha bakso Yuli jelas terdampak. Kendati demikian, Yuli enggan mengurangi takaran cabai rawit pada kuah, untuk menjaga kekhasan cita rasa bakso.

Baca Juga :  Hari Pertama, Kadisdik Langsung Tinjau PTM di 2 Sekolah

“Waktu kenaikan cabai tahun lalu, saya pernah nyoba mengurangi cabai rawit dengan menambahkan cabai merah. Tapi cita rasa masakan jadi berubah. Karena itu, saya nggak mau mengurangi takaran cabai rawit lagi,” ujarnya.

Mau tak mau, Yuli harus mempersiapkan dana tambahan, ketika bahan baku utama mengalami kenaikan. Sementara, harga jual bakso per itemnya tidak turut mengalami kenaikan. Karena itu, Yuli mengalami penurunan pendapatan.

Yuli rela keuntungannya menurun, sepanjang cita rasa baksonya masih memanjakan lidah pelanggan Karena melonjaknya harga cabe bersifat temporal, sedangkan hilir mudik pelanggan tak menghitung batas waktu.

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait