SATUKANAL.COM
tabulampot
BERITA HIGHLIGHT KABUPATEN KEDIRI STRAIGHT NEWS

Konsep Berkebun Tabulampot, Mendulang Untung Hingga Ratusan Juta di Masa Pandemi

SATUKANAL.com, KEDIRI – Konsep berkebun Tanaman Dalam Pot (Tabulampot), menjadi primadona di masa pandemi Covid-19. Hal tersebut dipilih menjadi cara yang paling efisien untuk memanfaatkan lahan yang terbatas.

Agus Susilo, warga desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, memulai usaha budidaya Tabulampot sejak 7 tahun yang lalu.

Dikatakan awal tujuan budidaya Tabulampot, agar masyarakat dapat berkebun dan menikmati hasil meskipun di lingkungan yang sempit, layaknya perkotaan.

Banyak yang mengapresiasi dari hasil konsep Tabulampot ini. “Seperti Buah Alpukat saya ini, yang notabene berbuah ketika tanaman tinggi dan besar. Alhamdulillah, saat ini saya bisa menanam dengan metode dan treetment berbuah dalam Pot. Tak perlu besar sudah berbuah,” kata Agus  kepada Satukanal.com, Sabtu (14/11/2020).

Baca Juga :  KPU Gelar Simulasi Nasional Sirekap di Kediri

Salah satu Tabulampot unggulan dari Agus ialah Alpukat Kelud. Nama yang terinspirasi dari Gunung Kelud tersebut mempunyai berat yang lebih besar dibandingkan yang lain. Alpukad kelud mampu mencapai 2 Kilogram per buah.

Tabulampot milik Agus memiliki harga yang bervariasi. Mulai harga 35 ribu hingga 1,5 juta rupiah.

Selain tanaman Alpukat, masih banyak tanaman lain yang dijual antara  lain Pisang Cavendis, Mangga, dan Kelengkeng.

Diakui oleh Agus, selama masa pandemi ini permintaan semakin meningkat. “Jumlah total lebih dari 300 tanaman pesanan (permintaan) dikirim setiap hari,” terangnya.

Baca Juga :  Gelar Lomba Inovasi TTG, DPMPD Tampung Kreatifitas Tekhnologi Masyarakat di Kabupaten Kediri

Dikatakan permintaan hampir di seluruh wilayah di Indonesia, kecuali daerah Papua. Karena masih kesulitan untuk akses transportasi.

Beberapa daerah permintaan terbesar seperti Jakarta, Surabaya, dan Makasar. “Setiap hari kita sudah mengirim ke wilayah Indonesia kalau siang ini waktunya untuk packing hingga sore akan kita kirim melalui jasa kargo pesawat dan kapal laut,” ucapnya.

Dari hasil penjualan tersebut, Agus mengaku mendapat keuntungan hingga ratusan juta per bulan.

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait