Kondisi Membaik, Omzet Penjual Bunga Belum Naik - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kondisi Membaik, Omzet Penjual Bunga Belum Naik
Salah satu penjual bunga di Jalan Berbunga, Sidomulyo, Kecamatan Batu (Foto: Wildan Agta/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Kondisi Membaik, Omzet Penjual Bunga Belum Naik

Satukanal.com, Batu – Meskipun kondisi membaik, banyak para pelaku usaha seperti penjual bunga belum mendapatkan dampak baiknya. Mereka mengaku mendapatkan omzet tidak beda jauh dibandingkan bulan-bulan lalu sejak pandemi datang.

Kesulitan ekonomi pun tetap dirasakan. “Masih Sepi, dalam sehari saya cuma dapat untung Rp 10 ribu. Padahal di waktu normal saya bisa dapat Rp 300 ribu,” kata Suhartik, salah satu penjual bunga di Jalan Berbunga, Sidomulyo, Kecamatan Batu. Bahkan, ia juga kerap tidak mendapatkan pelanggan sama sekali dalam sehari.

Baca Juga :  41 Pelanggar di Batu Ikuti Sidang Tipiring PPKM Darurat

Suhartik percaya bahwa, sepinya kunjungan lantaran turunnya daya beli imbas pandemi. Ia hanya bisa bersabar dan pasrah dengan kondisi yang ada. Mengingat kebanyakan penduduk Kota Batu yang memang menggantungkan hidup pada sektor wisata.

Curah hujan tinggi semakin mempersulitnya. Biaya dan tenaga perawatan yang dikeluarkan semakin besar. Penyemprotan tanaman yang biasanya hanya dilakukan seminggu sekali. Sekarang dilakukan dua hari sekali.

Pemupukan guna menjaga kualitas tanaman juga terus berjalan. Padahal tidak ada pembeli yang datang. Belum lagi tuntutan kebutuhan sehari-hari yang terus berjalan.

Baca Juga :  PPKM Darurat, Angkutan Umum Melarat

Di zaman elektronik ini, dia pun tidak mencoba untuk berjualan online. Alasannya, karena tidak tahu-menahu cara pengoprasian ponsel. “Ya semoga kondisi segera membaik dan wisatawan luar daerah datang lagi. Dengan itukan perekonomian bisa segera pulih,” harapnya.

Sebagai tambahan informasi, berbagai jenis tanaman hias dijualnya. Seperti pacar bangkok, mawar, pitunia dan antorium. Harga yang dipatok berkisar dari Rp 15 ribu sampai Rp 350 ribu.

 

 

Pewarta : Wildan Agta
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait