Komplotan Penggelapan PT Mega Finance Mojokerto Dibekuk Polisi - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
99959E99-F1F0-49A4-B400-AE332F07F7D5-5df10802
Konferensi pers ungkap kasus penggelapan dan penipuan di Mapolreta Mojokerto (Hermansyah/satukanal)
BERITA Kanal Straight

Komplotan Penggelapan PT Mega Finance Mojokerto Dibekuk Polisi

Satukanal.com, Mojokerto – Satuan Reserse Kriminal Polresta Mojokerto meringkus komplotan penipuan dan penggelapan uang PT Mega Finance yang berada di Jalan Pekayon, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Dalam penangkapan ini sebanyak 7 orang diamankan beserta barang bukti. Satu dianataranya merupakan karyawan PT Mega Finace bagian staf surveyor, Nanda Dwi Agus Prasetya warga Kelurahan Sengon, Kabupaten Jombang.

Sementara 6 orang lainnya warga Mojokerto yakni, Gusti Raka Mahendra, Budi Hariono, Eko Prasetiawan, Mohammad Roikan, Samid, Sain, serta Sunardi.

Penipuan itu terungkap, setelah pihak dari PT Mega Finance melapor ke SPKT Polresta Mojokerto pada 30 Sepetember 2021.

Mereka menemukan kejanggalan tunggakan beberapa konsumen yang mengalami keterlambatan pembayaran. setelah dikroscek ternyata konsumen tersebut berasal dari survei yang dilakukan oleh tersangka Nanda Agus Dwi Prasetya.

Akibatnya, PT Mega Finance Kota Mojokerto mengalami kerugian sebesar Rp1,2 milyar.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Rifto Himawan memaparkan, modus operandi yang dilakukan kompolotan ini dengan cara memasulkan data konsumen atau colon pengkredit (PK) agar bisa di setujui pengkreditannya.

Setelah serah terima sepeda motor antara dealer dengan konsumen, selanjutnya sepeda motor tersebut di bawa oleh bawa oleh Nanda.

“Semuanya telah direncanakan dan peran masing- masing tersangka sudah dibagi,” katanya saat konferensi pers Senin (22/11/2021).

Rofiq menjelaskan, data keseluruhan yang di input terdapat sebanyak 77 konsumen yang masuk dalam analis survey yang dilakukan oleh tersangka Nanda.

“Sampai dengan saat ini terdapat 62 Konsumen yang mengalami keterlambatan pembayaran. Kita masih penyidikian lebih lanjut, kemungkinan bertambah,” jelasnya.

Kemudian, dilakukan pengecekan terhadap beberapa sampling konsumen, didapati bahwa sepeda motor tidak pada kekuasaan konsumen atau pemohon kredit (PK). Motor diambil ke dealer oleh orang dalam kompolotan dengan mengatasnanmakan konsumen.

Setelah ditandatangani berita acara serah terima barang antara dealer dengan konsumen, selanjutnya sepeda motor tersebut diambil oleh Nanda dan memberikan uang kepada PK degan besaran yang bervariatif.

“Bersarannya bervariatif (uang yang diberikan Nanda kepada PK) antara Rp800 ribu sampai dengan Rp2 juta,” jelas Rofiq.

Selain itu, kata Dia, laporan kredit yang dilakukan oleh Nanda tidak sesuai dengan keadaan konsumen yang sebenarnya.

“Atas kejadian tersebut PT Mega Finance Mojokerto merasa telah di tipu oleh pegawainya sendiri, Nanda Agus Dwi Prasetya, dengan menggunakan memasukkan data palsu konsumen. Sehingga PT Mega Finance mengalami kerugian sebesar Rp1,2 miliar,” ungkap Rofiq.

Mantan Kapolres Pasuruan itu menambahkan, sepeda motor yang diambil oleh Nanda kemudian tersangka lain untuk dijual.

“Barang yang diambil tersangka dijual sampai ke Wilayah Bandung,” imbuhnya.

Para tersangka itu, dijerat pasal 374 KUHP atau 378 KUHP atau 372 KUHP.

 

Baca Juga :  Rampok Sejoli hingga Ditelanjangi, Bapak dan Anak Diringkus Polisi

 

Pewarta: Hermansyah
Editor: Ubaidhillah 

    Kanal Terkait