Komodo Masuk Daftar Merah Hewan Terancam Punah - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Komodo Masuk Daftar Merah Hewan Terancam Punah
Komodo, hewan asli Indonesia sekaligus kadal terbesar di dunia (Foto: Mongabay)
BERITA Kanal Straight

Komodo Masuk Daftar Merah Hewan Terancam Punah

Satukanal.com, Nasional– Komodo, hewan asli Indonesia sekaligus kadal terbesar di dunia, akhirnya masuk ke dalam daftar merah hewan terancam punah dari International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Status hewan terancam punah tersebut diberikan IUCN dalam update daftar merah (red list) tahunan yang diselenggarakan di Marseille, Prancis. Daftar Merah sendiri merupakan indikator kesehatan keanekaragaman hayati yang meliputi tren habitat, populasi, dan ancaman yang dihadapi sebuah spesies.

Dalam daftar merah terbaru, IUCN memindahkan status komodo (Varanus komodoensis) dari “rentan” menjadi “terancam punah.” Menurut IUCN, perubahan iklim yang memicu kenaikan permukaan laut berpotensi mengurangi habitat yang cocok bagi komodo setidaknya 30 persen dalam 45 tahun ke depan.

“Naiknya suhu global dan naiknya permukaan air laut diperkirakan akan mengurangi habitat yang cocok bagi komodo setidaknya 30% dalam 45 tahun ke depan,” kata IUCN dalam keterangan resminya dikutip dari Kompas.

Baca Juga :  Tak Bisa Berkegiatan Kesenian, Pemkab Mojokerto Salurkan Bansos Pada Pengrawit

Selain itu, sementara subpopulasi di Taman Nasional Komodo saat ini stabil dan terlindungi dengan baik.Meski begitu, komodo di luar kawasan lindung di Flores juga terancam oleh hilangnya habitat yang signifikan karena aktivitas manusia yang terus berlangsung.

Sebagai spesies kadal paling ikonik di dunia yang telah ada di Bumi selama lebih dari satu juta tahun. Komodo kini hidup secara endemik di lima pulau termasuk Pulau Komodo, Rinca, Nusa Kode, Gili Motang dan Flores. Sayangnya, populasi komodo kini hanya diperkirakan mencapai 4.000 individu saja yang bertahan hidup di alam liar.

Baca Juga :  Menyongsong Pembelajaran Tatap Muka di Banyuwangi, Vaksinasi untuk Pelajar Digenjot

Sebenarnya, tak hanya IUCN yang khawatir akan kepunahan komodo. Pada tahun lalu, para peneliti Australia yang dipimpin oleh University of Adelaide dan University of Deakin telah mengungkpakan bahwa krisis ikilm akan membahayakan eksisitensi Komodo. Menurut mereka, dampak pemanasan global dan kenaikan permukaan laut mengancam kepunahan komodo, yang sebenarnya kini memiliki habitat terbatas.

“Perubahan iklim kemungkinan akan menyebabkan penurunan tajam dalam ketersediaan habitat komodo, sangat mengurangi kelimpahan mereka dalam hitungan dekad. Kami memprediksi kepunahan lokal di tiga dari lima habitat pulau tempat komodo ditemukan hari ini.” ujar penulis utama, Alice Jones, dari University of Adelaide’s School of Biological Sciences.

 

Pewarta : Adinda

Kanal Terkait