Kisah Sukses Pengusaha Gula Merah Mini Asal Kediri, Peminatnya hingga Mancanegara - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
IMG_20210904_11202657-bad563f4
Guncono dan Sri Wahyuni saat membuat gula merah mini (Foto: Anis Firmansyah/satukanal.com)
BERITA Kanal Feature

Kisah Sukses Pengusaha Gula Merah Mini Asal Kediri, Peminatnya hingga Mancanegara

Satukanal.com, Kediri – Produk gula merah umumnya berbentuk setengah lingkaran sebesar batok kelapa. Berbeda dengan pasar pada umumnya, pasangan suami istri asal Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri membuat produk gula merah berukuran mini.

Gula merah berukuran mini rupanya banyak diminati di pasar, alhasil kini dalam seminggu pemilik dapat memasarkan prosuksi gula merah sebanyak 8 ton.

Guncono pemilik usaha gula merah mini mengatakan sebelum menjalani bisnis sebagai produsen gula merah mini dirinya memulai usaha sebagai tengkulak gula merah sejak tahun 1991 lalu. Sejak itu suami dari Sri Wahyuni ini mendatangkan gula merah dari Jawa Tengah.

“Sebelum kita ada usaha pengolahan gula merah ini. Kita pernah jadi broker, istilahnya kita kulakan gula kelapa dari Jawa tengah,” ungkap Sri Wahyuni kepada satukanal.com, Sabtu (4/9/2021).

Seiring dengan berjalannya waktu, ide pengolahan gula merah mini muncul ketika memasak minuman kolak. Mereka seringkali kewalahan harus memecahkan gula merah yang berukuran terlalu besar.

Baca Juga :  Diserang Ulat Grayak, Petani Bawang Merah di Kediri Merugi

“Bersama suami bagaimana kalau kita buat cetakan kecil, biar gak males megangnya. Tak diduga, respon peminat olahan mini gula merah mini-nya sangat luar biasa dimasyarakat,” ujarnya.

Gula merah mini milik Guncono (Foto; Anis Firmansyah/satukanal.com)

Berbagai jenis pengolahan cetakan gula merah ini ialah batok tanggung, yang dibuat seperti tempurung tapi berukuran kecil-kecil. Ada juga berbentuk baterai, biasa disebut punggung. Kemudian berbentuk bulatan koin sebagai turunan batok tanggung, namun berukuran lebih kecil.

Untuk saat ini yang paling diminati dan paling besar orderannya olahan gula merah berbentuk kotak batangan dan koin. Terkait harganya, sudah dikemas apik dengan isi delapan butir gula bentuk coin tersebut dijualnya seharga Rp16 ribu. Sedangkan untuk reseller Rp15,5 ribu. “Yang paling diminati selain yang batangan, bentuk koin,” jelasnya.

Baca Juga :  PTM Terbatas 50 Persen Dimulai Serentak di Kabupaten Kediri

Secara jumlah produksinya kalau mengikuti standar tim pekerja lengkap mampu mencapai 1500 – 2000 kilogrambdlam satu hari. Sehingga perminggu mampu melakukan pengiriman jual total 8 Ton.

Tentunya usaha rintisan pasutri ini mampu meraup omset hingga puluhan juta perbulannya.”Tergantung permintaan, kita kirim per Minggunya hari Sabtu, kirim 8 ton. Bahkan bisa smpai 8,5 Ton. Kalau 9 ton belum mampu, karena truk angkut yang gak berani,” tuturnya.

Dia mengaku permintaan olahan gula merah ini paling banyak diminati dari luar pulau Jawa. Seperti daerah Ambon dan Papua. Bahkan permintaan datang dari luar negeri, tapi karena terkendala persyaratan yang belum terpenuhi.

Mereka mengurungkan niat untuk pengiriman keluar negeri tersebut. “Ada permintaan seperti di Turki dan Jepang, peminatnya banyak sekali, tapi masih perlu beberapa persyaratan seperti BPOM dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Pewarta: Anis Firmansyah
Editor: Ubaidhillah 

    Kanal Terkait