Kisah Penjual Kaset DVD Player Jombang, Bertahan Hidup Andalkan Hajatan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kisah Penjual Kaset DVD Player Jombang, Bertahan Hidup Andalkan Hajatan
Seniman, pedagang kaset DVD player di Pasar Peterongan, Jombang (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Feature

Kisah Penjual Kaset DVD Player Jombang, Bertahan Hidup Andalkan Hajatan

Satukanal.com, Jombang – Setiap masa ada zamannya, istilah tersebut cocok dilekatkan saat ini. Hal itu juga yang membuat penjual Kaset DVD Player di Jombang merasakan dampak perubahan tersebut.

Dulu ramai, sekarang hanya berharap ada kegiatan hajatan nikah agar dagangannya laku. Seniman, pedagang kaset DVD player di Pasar Peterongan, Jombang, kini merasakan betul dampak perubahan zaman. Dagangan kasetnya kadang laku atau tidak sama sekali.

Bahkan, untuk bertahan, ia hanya mengandalkan kegiatan seperti hajatan, maulid Nabi ataupun kegiatan masyarakat lainnya. “Sekarang sangat sepi tidak seperti dulu sengat ramai pembeli. Kadang sehari satu, pernah tidak ada. Tidak menentu,” ucapnya pada wartawan, Sabtu (25/9/2021).

Pria renta 58 tahun asal Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, Jombang yang sudah sekitar tujuh tahun mulai 2015 menggeluti usaha jualan kaset DVD Player ini sering mengalami pasang surut. Hampir gulung tikar karena memang pasaran kaset tak lagi digandrungi.

“Omset penjualan turun itu ya waktu tahun 2017. Itu sudah sepi sekali, bahkan sampai sekarang,” katanya.

Baca Juga :  Kekerasan terhadap Perempuan Tinggi, WCC Jombang: Urgensi Disahkannya RUU PKS Bisa Jadi Solusi

Sembari duduk di toko kecil miliknya, ia bercerita, dulu saat pasaran kaset DVD Player masih berjaya, dalam sehari ia bisa menjual 10 sampai 20 lebih kaset. Dengan harga yang beragam mulai dari yang paling murah Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu, selalu terjual kala itu. Namun, hal tersebut nampaknya sangat sulit terulang untuk saat ini.

Dirinya selalu rutin membuka lapak dagangannya setiap jam 9 pagi hingga menjelang ashar ini melanjutkan, dulu kaset begitu digemari. Mulai dari kaset lagu, sampai film yang sampai sekarang masih ia jajakan.

Penjualan terbanyak saat musiman. Entah hari raya maupun lainnya. “Sekarang biarpun musiman tetap saja, kadang ada kadang tidak,” imbuhnya.

Bergesernya teknologi setiap tahun yang makin canggih membuat dagangan Seniman kini dipandang sebelah mata. Menurutnya, masyarakat sekarang lebih memilih memakai flashdisk, maupun jaringan internet untuk memutar sebuah lagu dalam sebuah kegiatan ataupun untuk bersantai.

Baca Juga :  Tim BPCB Temukan Struktur Tiga Bentuk di Situs Watukucur Jombang

“Lebih mudah. Dulu pekerja sound system biasanya sering beli kaset untuk stok lagu. Sekarang tinggal pencet hp ya bisa, lebih gampang,” katanya.

Meski tergolong sepi, Seniman mengaku tetap menjajakan dagangannya. Ia percaya rezeki tidak akan kemana. Walaupun, perasaan sedih tetap menyelimuti benaknya. “Mau gimana lagi, ya ini pekerjaan paling pas buat saya apalagi saya juga punya riwayat kolestrol, jadi tetap dinikmati saja,” ujarnya.

Saat ditanya, apakah punya harapan agar pedagang kecil bisa lebih diperhatikan. Ia mengatakan tidak terlalu banyak berharap. Hanya saja, baginya memang pedagang kecil harus diperhatikan.

“Ya kalau misalnya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bisa mengucurkan bantuan yah kenapa tidak. Biarpun sepi, nanti bantuan yang diberikan bisa jadi modal untuk jualan lain atau minimal balik modal,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Anggit Puji
Editor : Adinda

 

    Kanal Terkait