Kisah Menarik di Balik Pembangunan Kilat Masjid Tiban Malang - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Berbagai Kisah Unik di Balik Bangunan Megah Masjid Tiban Malang
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Kisah Menarik di Balik Pembangunan Kilat Masjid Tiban Malang

Satukanal.com, Malang – Berlokasi di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang terdapat satu bangunan masjid megah yang bernama Masjid Tiban. Keberadaan masjid megah ini pun sontak menarik minat para penggunjung sekitar Malang bahkan pengunjung dari berbagai daerah.

Bangunan megah Masjid Tiban ini juga sangat unik, karena menggunakan arsitektur bernuansa Timur Tengah. Kemunculan Masjid Tiban yang tiba-tiba muncul di tengah pemukiman tanpa diketahui aktivitas pembangunannya, sontak menuai beberapa isu.

Menurut isu yang beredar di masyarakat, bangunan tersebut dibangun dalam satu malam dengan bantuan jin. Namun setelah banyaknya orang yang penasaran dengan kebenaran isu tersebut, mereka pun ingin melihat dan bertanya langsung pada penduduk sekitar.

Menurut pernyataan warga setempat, letak Masjid yang berada di pemukiman warga, membuat warga sekitar sempat tidak percaya dengan adanya bangunan super megah tersebut, karena untuk menuju lokasinya saja saya harus melewati jalanan yang hanya muat untuk satu kendaraan mobil ataupun bus.

Pembangunan Masjid Tiban yang sangat megah tersebut, dianggap para warga sekitar cukup aneh. Dikarenakan pada saat pembangunan tersebut tidak pernah terlihat adanya alat berat. Padahal dengan besar bangunan yang mencapai lantai 10, tidak terbayangkan bagaimana kesulitan yang dialami selama pembangunan jika tidak menggunakan alat berat.

Baca Juga :  Beralih Musim Kemarau, Tapi Kok Tetap Hujan?

Sehingga, julukan Masjid Tiban disematkan pada masjid tersebut karena pembangunannya yang amat kilat. Padahal, nama awal dari masjid sekaligus Pondok Pesantren Salafiyah adalah Bihaaru Bahri’asali Fadlaailir Rahmah.

Adanya isu yang beredar terkait pembangunan Masjid Tiban yang dilakukan oleh para jin, Pihak Masjid Tiban pun membantah akan hal tersebut. Ia menyatakan bahwa, bangunan tersebut didirikan bukan dengan bantuan jin. Akan tetapi Masjid tersebut dibangun oleh bantuan dari para santri pondok pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah yang terletak di satu kawasan dengan Masjid Tiban.

Pembangunan Masjid memang tertutup dan tidak melibatkan warga sekitar, sehingga warga sekitar baru melihat adanya pembangunan saat masjid telah dibuka dan sudah menjadi bangunan yang besar. Meskipun tidak mau disebut sebagai tempat wisata, namun masjid ini menyediakan berbagai hal yang dapat menyenangkan pengunjung.

Terdapat tempat untuk wisata kuliner dan belanja yang ada di lantai 9 dan 10. Selain itu tempat ini juga dilengkapi lift dan cukup ramah bagi kaum difabel. Cikal bakal masjid tiban berawal dari mushala yang sering dipakai warga setempat.

Baca Juga :  200 Motor Tua Terpajang di Museum Klasik Ala Siswa SMK

Pemilik mushala yakni Romo KH Rahmat Bahru Mafdoluddin Sholeh dan istrinya Hajjah Luluk Rifqoh Al Mahbubah memang berniat menjadikan mushala sebagai pusat ibadah dan pembelajaran. Kini, ponpes Bi Ba’a Fardlah menampung 350 santri beserta keluarganya.

Perencanaan pembangunan masjid pun tak bisa sembarangan. Pencetus ponpes yang oleh masyarakat dipanggil Rama Kyai dan Bu Nyai membangun masjid dan ponpes berdasarkan sholat istikharah. Tak ada campur tangan arsitek apalagi alat berat selama pembangunan masjid.

Seluruh proses pembangunan mulai pembuatan batu bata, pembuatan ornamen masjid, hingga pengadukan semen dilakukan secara manual oleh para santri. Maka saat menginjakkan kaki ke komplek seluas 6,5 hektar ini, pengunjung disuguhi arsitektur bangunan yang tak biasa.

Masjid Tiban Malang yang unik, membuat banyak orang penasaran untuk datang ke sini. Untuk masuk ke kawasan masjid tidak dipungut biaya. Namun saat akan masuk ke dalam bangunan masjid, pengunjung akan diberikan karcis untuk diserahkan ke bagian informasi saat keluar dari bangunan masjid.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait