Kisah Manusia Silver, Pakai Cat Besi Murah Untuk Lebaran - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kisah Manusia Silver, Pakai Cat Besi Murah Untuk Lebaran
HIGHLIGHT KANAL VIRAL STRAIGHT NEWS

Kisah Manusia Silver, Pakai Cat Besi Murah Untuk Lebaran

Satukanal.com, Kediri – Manusia Silver kian ramai jelang lebaran. Tuntutan kebutuhan untuk sehari-hari menjadi penyebab alasan utama.

Terhitung satu tahun dimulai, Andik (35) asal Jombang, rela berlumur cat warna silver di persimpangan lalu lintas, kota Kediri. Dia terpaksa, ter-PHK, meninggalkan pekerjaan sebagai karyawan, di perusahaan transportasi swasta. Hingga bekerja menjadi Manusia Silver menjadi pilihan satu-satunya.

Kehidupan jalanan transportasi sudah menjadi hal biasa di hidupnya. Hingga dia terima ajakan kawan, untuk mengais rezeki menjadi Manusia Silver. “Bekerja seperti ini karena tidak ada pilihan lain. Sudah cari kerjaan kemana-mana, gak ada,” tegas Andik yang juga bertamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) Jombang, 4 Mei 2021.

Menurutnya ijazah SMA saat ini, tidak begitu laku untuk melamar pekerjaan. Dengan menerima ajakan teman, sebagai Manusia Silver menjadi sebuah langkah pekerjaan, yang masih bisa dilakukan.Lesunya dunia lapangan pekerjaan, dinilai Andik juga menjadi dampak masa pandemi Covid-19.

Baca Juga :  e-HAC Jadi Syarat Wajib Perjalanan Udara dan Laut. Simak Panduannya!

Bertepatan satu tahun Masa pandemi, bekerja sebagai Manusia Silver, ia berharap mendapatkan pekerjaan yang normal kembali. “Harapannya segera normal bisa bekerja kembali, seperti pekerjaan orang-orang lain,” jelasnya.

Terkait resiko, Andik mengaku sudah memperhitungkannya matang-matang. Penggunaan warna dari cat besi dengan harga murah, tentu termasuk kategori bahan kimia berbahaya bagi Manusia Silver. Apabila tertempel kulit manusia.

Selain itu, resiko dikejar-kejar petugas ketertiban Satpol-PP bak menjadi ancaman setiap hari. “Resiko sudah terpikirkan, Cat memakai bahan kimia. Belum juga dikerja Satpol-PP. Gak ada pilihan,” jelasnya.

Baca Juga :  Dinkes Dan BPOM Kota Kediri Sidak Puluhan Pedagang Takjil

Dia (Andik) dan temannya Manusia Silver, mengaku berkomunitas. Berada di beberapa titik persimpangan lalu lintas Kota Kediri juga menyebar di wilayah karisidenan Kediri, seperti Tulungagung dan Blitar. Kurang lebih sejumlah 40 orang Manusia Silver.

“Kita memulai (Manusia silver) dari jam 7 pagi, hingga jam 8 malam. Bergantian satu titik, ke titik lain,” imbuhnya.

Disebutkan hasil kerja menjadi Manusia Silver, dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari oleh Andik, yang juga sebagai kepala rumah tangga dengan 2 orang anak. Terlebih lagi, untuk memenuhi kebutuhan momentum jelang lebaran mendatang.

“Hasilnya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Juga berharap nanti bisa merayakan lebaran bersama keluarga,” tutupnya.

 

 

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait