Kisah Lahirnya Google Maps Kadang Tidak Akurat Saat Menggunakannya | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
34241_840x576
Sebuah tulisan yang tertera dengan Google Maps merupakn bagian dari perusahaan Google (Foto: Arah.com)
RISET

Kisah Lahirnya Google Maps Kadang Tidak Akurat Saat Menggunakannya

SATUKANAL, MALANG- Jika dulu orang memanfaatkan lembaran peta untuk menelusuri jalan, kini peran itu sudah tergantikan Google Maps. Dengan memanfaatkan gadget, peta digital itu bisa diakses dengan mudah.

Cukup dengan mencari alamat tujuan, Google Maps langsung memberikan rekomendasi rute yang bisa ditempuh. Termasuk juga kondisi lalu lintas yang tengah padat atau sepi.

Kisah menarik dari lahirnya aplikasi peta digital ini datang dari dua bersaudara Lars dan Jens Eilstrup Rasmussen yang berasal dari Denmark, dengan menyampaikan ide peta digitalnya kepada Google tepatnya di tahun 2004.

Peta digital sebelumnya mungkin sudah ada beberapa yang muncul sebelum adanya Google Maps ini. Namun tidak dapat dipungkiri, Google Maps masih menjadi aplikasi layanan penyedia peta digital online sekarang yang populer.

Dari penyampaian ide dua bersaudara tadi tentang peta online, kemudian pihak Google tertarik untuk mengembangkannya. Ketertarikan Google langsung ditandai dengan mengakusisi perusahan bernama Where 2 Technologis, sebuah perusahan yang dikomandoi oleh dua bersaudara asal Denmark tersebut.

Selanjutnya Google juga membeli saham perusahaan bernama Keyhole, yang merupakan sebuah perusahaan pengembang software visualisasi bumi yang menjadi cikal bakal lahirnya layanan Google Earth kepunyaan Google ini.

Baca Juga :  Jokowi Apresiasi UB Capai 132 Paten Terbanyak Se-Indonesia Saat Pandemi

Semenjak itu, kemudian Google membentuk tim untuk mengembangkan ide yang ditawarkan dua bersaudara tadi. Dengan memberdayakan 50 orang, peta digital itu mulai digarap.

Gary Gale selaku pakar di perusahaan peta Ordnance Survey mengatakan, sebenarnya ini bukan kali pertama ide peta online ini. Tetapi peranan Google Maps dalam mentransformasi peta digital membuatnya populer dan menjadikannya konsumsi publik hingga kini.

Sebelumnya saat itu, sebenarnya Google sudah kalah start dengan Yahoo. Di tahun tersebut perusahaan tersebut sudah mempunyai Yahoo Maps yang sudah di rilis sejak tahun 2002. Tetapi Google Maps mampu menyalip dan lebih laku dibanding dengan Yahoo Maps.

Google Maps terus berkembang di tahun 2005 ada penambahan fitur penunjukan arah mengemudi serta arah ke layanan transportasi publik. Dengan ini, Google semakin jelas dengan peta digitalnya ketika ia juga merintis yang bernama Google Earth.

“Tujuan kami menciptakan peta seluruh dunia, merupakan sebuah bumi yang bisa dijelajahi bersama” kata John Hanke, pendiri Keyhol serta mantan Vice President Google Geospital Division dikutip dari Guardian.

Baca Juga :  Simak ! Ini Sanksi Bagi Pelanggar PPKM Di Kota Malang, Batu dan Surabaya

Baru pada tahun 8 Frebruari 2005 aplikasi peta digital online bernama Google Maps ini dirilis pertama di Amerika Serikat. Sudah 14 tahun berlalu dan layanan itu benar-benar mengubah cara orang mencari lokasi, merencanakan  perjalanan, dan lain sebagainya.

Tetapi dari kepopuleran aplikasi Google Maps ini juga menyisakan beberapa kelemahan dalam penggunaanya. Yang kerap ditemui dalam penggunaanya adalah ketidakakuratan suatu permintaan pencarian dalam penentuan lokasi tujuan.

Kerap kali kita semua yang menggunakan Goolge Maps kadang tersasar dalam perjalanan karena mengikuti petunjuk arah yang ditampilkan oleh aplikasi tersebut. Serta tidak jarang pula lokasi yang kita kirimkan juga luput dari titik keberadaan yang sebenarnya.

Kejadian semacam itu lantaran ada beberapa jenis teknologi yang digunakan juga masih mengandung kelemahan. Pada aplikasi Google Maps ini terkandung teknologi bernama Proyeksi Mercator.

Proyeksi Mercator ini merupakan proyeksi peta silinder yang dipopulerkan oleh fotografer Gerardus Mercator pada tahun 1569 asal Flandria, Belgia. Yang mempunyai kelemahan menyimpangkan luas daerah yang jauh dari khatulistiwa, proyeksi ini juga dapat digunakan untuk peta navigasi pelayaran.

Pewarta: Ali Bisri

Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait