Kiamat Internet, Apa itu? Ini Penyebab dan Dampaknya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kiamat Internet, Apa itu? Ini Penyebab dan Dampaknya
Ilustrasi foto matahari dari dekat (Foto: Pixabay.com)
BERITA Kanal Artikel

Kiamat Internet, Apa itu? Ini Penyebab dan Dampaknya

Satukanal.com, Nasional – Akhir-akhir ini Ancaman kiamat internet jadi salah satu topik yang banyak dibicarakan publik melalui kanal media sosial.

Kiamat internet sendiri merupakan suatu kondisi ketika sebagian besar koneksi internet di Bumi terputus selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Hal ini membuat manusia tidak bisa terkoneksi secara global padahal internet sudah jadi kebutuhan manusia sehari-hari.

Adanya potensi badai Matahari ekstrem dapat berakibat membuat internet terputus. Badai Matahari ekstrem juga memicu badai geomagnetik atau gangguan medan magnet Bumi.

Dilansir dari kompas.com, dampak badai Matahari ekstrem ini sempat disinggung oleh Sanggetha Abdu Jyothi, asisten profesor di University of California, Irvine, dalam hasil penelitian yang bertajuk “Solar Superstorms: Planning for an Internet Apocalypse“.

Sanggetha Abdu Jyothi mengatakan, kiamat internet tak akan mampu membuat semua orang siap. Terlebih jika hal itu terjadi di tengah pandemi Covid-19. Lalu apa saja dampak badai Matahari ekstrem terhadap kehidupan di Bumi? simak selengkapnya.

1. Gangguan geomagnetik di Bumi dan dapat berimbas pada infrastruktur jaringan internet

Matahari selalu mengirimkan partikel bermuatan magnet ke Bumi, atau yang dikenal sebagai solar wind, dalam jumlah dan kecepatan tertentu. Solar wind mengalir keluar dari lapisan matahari yang bernama korona.

Baca Juga :  Ingin Kurangi Konsumsi Garam, Tanpa Makanan Terasa Hambar? Ganti Dengan Ini!

Partikel ini terus dilepaskan dalam jumlah besar, mengikuti semburan matahari dan letusan lainnya. Solar wind adalah partikel bermuatan plasma terdiri dari campuran proton dan elektron (partikel magnet), ditambah beberapa elemen yang lebih berat.

Partikel magnet yang dikirim dalam jumlah dan kecepatan yang wajar, dapat ditepis oleh lapisan terluar Bumi. Namun, dalam kurun waktu tertentu, solar wind bisa menjadi badai matahari yang besar. Hal inilah yang kemudian akan menyebabkan adanya gangguan geomagnetik di Bumi dan berimbas pada infrastruktur jaringan internet.

2. Berpengaruh terhadap infrastrutuk kabel bawah laut 

Berkaitan dengan risiko dampak kiamat internet tersebut, badai matahari ekstrem akan sangat berpengaruh terhadap infrastrutuk kabel bawah laut yang menghubungkan antar negara bahkan antar benua.

Sebab, infrastruktur kabel internet bawah laut ini dilengkapi dengan repeater, dengan jarak sekitar 30 hingga 90 mil (50 hingga 150 kilometer). Repeater inilah yang rentan terhadap arus geomagnetik, yang kemungkinan terjadi selama badai matahari ekstrem.

3. Gangguan komunikasi radio jarak jauh

Badai Matahari akan mengeluarkan pancaran Sinar X dan plasma, sehingga mengganggu Bumi dalam dua tahap sekaligus.  Di tahap pertama, sinar X berlebih menyebabkan gangguan kuat di lapisan ionosfer.  “Sehingga komunikasi radio jarak jauh akan cukup terganggu,” ujarnya.

Baca Juga :  Mulai Oktober 2021 ada Meterai Elektronik, Ini Cara Membelinya

4. Munculnya aurora

Saat jutaan hingga ratusan juta ton plasma (partikel bermuatan listrik bersuhu tinggi) menerpa Bumi, magnetosfer Bumi akan memblokirnya agar tak memasuki Bumi. Plasma-plasma ini dipaksa menyusuri garis-garis gaya magnetosfer hingga bisa dilepas kembali ke angkasa.

Sebelum memasuki kutub-kutub magnetik Bumi, plasma tersebut akan bereaksi dengan atom Oksigen dan Nitrogen di atmosfer atas. Menghasilkan aurora.

5. Kerusakan jaringan listrik 

Saat aurora terbentuk, aliran plasma menuju kutub2 magnetik Bumi pada dasarnya adalah aliran listrik jutaan ampere dengan medan magnetiknya sendiri.

Akibat dalam badai Matahari ekstrem yang mengarah ke Bumi, maka jaringan listrik dan jaringan telekomunikasi kabel akan terganggu dan butuh berminggu-minggu untuk pulih.

6. Jutaan orang bisa kehilangan mata pencaharian

Abdu mengatakan bahwa infrastruktur yang ada masih belum siap menghadapi badai matahari dalam skala yang besar. Matahari selalu menghujani Bumi dengan kabut partikel magnet yang biasa dikenal sebagai angin matahari.

Hal inilah yang kemudian akan menyebabkan adanya gangguan geomagnetik di Bumi dan berimbas pada infrastruktur jaringan internet. “Dampak ekonomi dari gangguan Internet selama sehari di AS diperkirakan lebih dari $7 miliar,” tulis Abdu dalam makalahnya.

 

 

Pewarta : Viska
Editor : Adinda

Kanal Terkait