Ketua PDIP Nilai Tak Etis Bila Abah Anton Maju Melalui Independen - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Ketua PDIP Nilai Tak Etis Bila Abah Anton Maju Melalui Independen

Menuju Malang Satu

Satuchannel.com, Kota Malang
Menanggapi rencana majunya Wali Kota Malang, H Moch Anton sebagai calon petahana dalam perhelatan pilkada 2018 mendatang melalui jalur independen, Ketua DPC PDIP Kota Malang, Moc Arief Wicaksono menilai hal tersebut tak cukup etis untuk dilakukan. Pasalnya, saat ini Wali Kota yang kerap dipanggil Abah Anton itu sudah dikenal sebagai tokoh sekaligus Ketua Partai dari PKB. Selain itu, ia juga memiliki modal, baik secara sosial maupun politik yang cukup besar.

“Kalau menurut saya tidak etis apabila Pak Wali memilih maju melalui independen, karena ia sudah diberangkatkan oleh partai. Selain itu, kapasitasnya juga sebagai Ketua partai. Ngapain ia cari tumpangan dari independen Popularitasnya juta cukup besar,” ujar Arief saat ditemui awak media, Jum’at (7/7).

Ia menambahkan seharusnya yang menjadi fokus pak Wali sekarang adalah menjalin komunikasi dengan partai lainnya, agar dapat menggaet kursi dukungan untuk bisa berangkat mencalonkan dan berkoalisi.
Selain itu, secara pribadi Arief juga meragukan niat Abah Anton untuk maju melalui jalur Independen.

Menurut pengamatan politiknya, sebagai petahana tentunya Anton punya popularitas yang disayangkan bila ditinggalkan begitu saja.

“Saya kira tidak mungkin. Ia sudah punya popularitas. Ia juga sebagai petahana. kemungkinan yang bisa dijalankan adalah menjalin komunikasi saja dengan partai lain. Hal itu demi membuat pilkada dapat berlangsung dengan baik dan demokrasi berjalan secara aman nyaman, ” tutur pria yang juga mendaftarkan diri sebagai bakal Calon Wali Kota melalui PDIP.

Sementara itu, ditanya mengenai adanya kemungkinan dirinya sebagai bakal calon wali kota berpasangan dengan Abah Anton, Arief mengatakan secara normatif, semua itu bisa saja terjadi.

“Politik itu dinamis, tidak bisa saklek (tiba-tiba, red) tapi lentur. Kalau ada sinyal untuk gandeng petahana, dan itu memang menjadi arahan dari DPP, kami tidak bisa menolak. Apapun bisa saja terjadi dalam politik,” pungkas pria yang juga Ketua DPRD Kota Malang ini. (Iqb)

Kanal Terkait